SURYA.CO.ID, SURABAYA – Dominasi nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di bursa Pilpres 2024 masih cukup kuat.

Sejauh ini, keduanya nyaris selalu berada di papan atas figur yang memiliki peluang maju di Pilpres 2024 mendatang.

Survei terbaru yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) periode Agustus 2022 di Jawa Timur, juga menunjukkan persaingan ketat kedua figur tersebut.

Elektabilitas Ganjar dalam survei itu terekam di angka 25 persen dan berada di posisi pertama. Sementara Prabowo di posisi kedua dengan elektabilitas di angka 18,2 persen.

Survei ini melibatkan 1.200 responden di 38 kabupaten/kota yang dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen.

“Di bursa pilpres, Ganjar dan Prabowo bersaing ketat secara elektabilitas di Jawa Timur,” kata Direktur SSC, Mochtar W Oetomo saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Senin (29/8/2022).

Dominasi itu, disebutnya lantaran sejumlah faktor. Misalnya Ganjar, dikenal sebagai kader PDI Perjuangan di mana partai berlambang kepala banteng moncong putih pada Pemilu sebelumnya merupakan parpol pemenang pemilu di Jatim.

Belum lagi, banyak kegiatan Ganjar yang tersiar di media sosial. Hal ini dinilai cukup berpengaruh utamanya dikalangan millenial.

Dalam survei tersebut, SSC juga merekam bagaimana kecenderungan pemilih generasi Y dan generasi Z terhadap medsos.

“Habit generasi millenial ini dekat dengan medsos. Dan itu sudah kami uji di responden, bahwa mayoritas mereka mengenal Ganjar juga dari media sosial,” jelasnya.

Sementara itu, di luar nama Ganjar dan Prabowo juga terdapat sejumlah tokoh potensial. Mulai dari nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Elektabilitas dua kepala daerah ini sama-sama berada di angka 7,5 persen.

Kemudian ada pula nama Mensos Tri Rismaharini (5,8 persen), Gubernur Jabar Ridwan Kamil (4,6 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (4,5 persen), Ketua DPR RI Puan Maharani (3,3 persen). Sedangkan 15,1 persen responden belum menjawab.

Mengingat kontestasi masih menyisakan 18 bulan lagi serta konstelasi politik yang masih dinamis, Moechtar menyebut tak menutup peluang pergeseran di bursa pilpres bisa terjadi. Apalagi, responden yang masih gamang persentasenya masih terbilang tinggi.

“Masih banyak waktu bagi kandidat lain untuk meningkatkan elektabilitasnya,” tandas Moechtar.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.