SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Penyelenggaraan karnaval hari terakhir peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, Minggu (28/8/2022) lalu, seharusnya menjadi kegembiraan semua orang. Tetapi tidak demikian bagi warga Desa Banjarmadu, Kecamatan Karangganeng, Kabupaten Lamongan setelah salah seorang peserta karnaval tewas saat gara-gara terjerat sarungnya sendiri.

Korban bernama Mas Munib (34) tidak sengaja terbentur kepalanya ke putaran roda diesel yang digunakan untuk menghidupkan sound system. Itu karena korban melilitkan sarung di lehernya, sedangkan ujung sarung disampirkan ke belakang lalu terlilit putaran roda diesel.

Korban meninggal di tempat penjemuran gabah penggilingan PB Cahaya Kita milik Feri Kusbiantoro di Desa Banjarmadu, yang menjadi titik berkumpulnya peserta karnaval.

Kejadian tragis itu masih diingat para peserta karnaval karena Munib meninggal gara-gara kepalanya terbentur roda pemutar mesin diesel untuk perlengkapan sound system.

Sebelum kejadian, sopir bernama Sholihin (48) membawa mobil L300 pikap nopol S 8453 JG yang mengangkut seperangkat sound system untuk kebutuhan karnaval. Pikap itu juga menarik diesel untuk menghidupkan sound system di lokasi titik berkumpulnya peserta karnaval.

Saat itu, korban sedang duduk di atas roda gerobak pengangkut mesin penggerak sound system yang sedang menyala. “Mas Munib duduk di roda menghadap ke Utara sembari mengalungkan sarungnya di leher dan membelakangi mesin,” kata saksi Ali Murtadho kepada polisi.

Sebelumnya Ali Murtadho sudah mengingatkan korban agar tidak duduk di roda gerobak pengangkut mesin diesel Dong Feng. Karena bisa beresiko sarungnya tersangkut putaran roda lalu juga menjerat lehernya.

Korban semula menurut lalu beranjak pergi. Tetapi beberapa saat kemudian korban sudah terlihat duduk di atas roda itu kembali, tanpa ada yang tahu. Dan ia masih mengalungkan sarung di leher, yang ujungnya dilempar ke belakang.

Di luar dugaan, ujung sarung korban tersangkut roda mesin Dong Feng. Akibatnya, korban pun ikut tertarik ke belakang sehingga kepalanya membentur roda mesin yang sedang berputar. Ia pun terpelanting sampai terluka parah, dan meninggal seketika.

Kejadian itu sontak mengagetkan warga dan peserta karnaval. Kegembiraan karnaval langsung menjadi duka mendalam. Kejadian langsung dilaporkan ke Kades Banjarmadu, Ali Zudianto dan dilanjutkan ke Polsek Karanggeneng.

“Itu murni kecelakaan yang tidak ada kesengajaan dari peserta karnaval. Korban sebelumnya sudah diingatkan oleh dua temannya untuk tidak duduk di roda gerobak pengangkut diesel sound system,” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.