TNI AL dan Tim SAR Evakuasi ABK Kapal Bermuatan Sayur yang Tenggelam di Perairan Pulau Patah

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – TNI AL menyelamatkan empat Anak Buah Kapal (ABK) KM Patria Meranti yang dihantam ombak besar hingga kapal tenggelam di Perairan Pulau Patah, Kabupaten Karimun Kepulauan Riau pada Sabtu (30/7/2022).

TNI AL menurunkan KRI Siwar 646 dan Sea Rider 01 Lanal Tanjung Balai Karimun, bersama Satpolair Polres Karimun dalam penyelamatan ABK KM Patria Meranti tersebut.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang Laksma TNI Kemas M Ikhwan Madani mengatakan seluruh penumpang ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca juga: TNI AL Berhasil Evakuasi 7 ABK Kapal Tenggelam di Selat Durian Karimun

Mereka, kata dia, telah dievakuasi tim SAR gabungan ke Kantor KKP kelas II Tanjung Balai Karimun untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

“Saat diselamatkan, kondisi kapal yang mengangkut sayur-sayuran dan buah-buahan bertonase 20 ton dari Tanjung Buton (Siak) dengan tujuan Tanjung Pinang dalam kondisi nyaris tenggelam. Sebagian muatan telah tercecer ke laut,” kata Kemas dalam keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL pada Sabtu (30/7/2022).

Baca juga: KLM Murah Rezeki Terbakar di Perairan Batuampar Batam, 2 dari 9 ABK di Kapal Diselamatkan Warga

Namun, lanjut dia, kapal menjadi oleng, sehingga kemasukan air dan tenggelam secara perlahan karena dihantam ombak besar.

“Air masuk semakin deras dan tidak bisa ditanggulangi meskipun sudah dilakukan pengurasan dengan menggunakan pompa, hingga akhirnya tenggelam perlahan di Perairan Pulau Patah,” kata Kemas.

Ia juga mengapresiasi kesigapan prajurit jajarannya yang selalu hadir dan memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya masyarakat pengguna laut.

TNI AL dan Tim SAR Evakuasi ABK Kapal Bermuatan Sayur yang Tenggelam di Perairan Pulau Patah
KM Patria Meranti yang tenggelam di Perairan Pulau Patah, Kabupaten Karimun Kepulauan Riau pada Sabtu (30/7/2022).

Kemas menegaskan bahwa kesiapan Prajurit Lantamal IV dan jajarannya dilakukan dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut dan untuk menjamin keselamatan dan keamanan para pengguna laut.

Upaya penyelamatan tersebut, kata Kemas, sebagai implementasi pelaksanaan perintah Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana (KSAL) TNI Yudo Margono yang selalu menekankan kepada jajaran TNI AL untuk memanfaatkan dan melibatkan segala potensi yang dimiliki baik personel maupun alutsista untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana dan SAR.


Artikel ini bersumber dari www.tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan