Sumsel Kawal Program Kemandirian Pangan

Sumsel Kawal Program Kemandirian Pangan

Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengawal program kemandirian pangan hingga ke daerah pelosok demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan program yang diluncurkan pada tahun lalu kini sudah menyasar kabupaten/kota di Sumsel terutama ke rumah tangga miskin.
 

“Kadang kala kita lupa pada potensi yang dimiliki seseorang, bahwa sebenarnya dia bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, apalagi sumber daya alamnya itu ada,” kata Herman Deru dikutip dari Antara, Sabtu, 30 Juli 2022.
 
Ia menjelaskan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) ini sepatutnya tidak dianggap sepele karena justru merupakan kunci untuk hidup lebih sejahtera. Bahkan, dunia mencatat saat ini sejumlah negara dinyatakan bangkrut lantaran tidak mempunyai kemandirian dari sisi pangan dan energi.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan sempit untuk bercocok tanam dan berternak maka rumah tangga sudah bisa mandiri.
 
“Seperti cabai, apa salahnya menanam sendiri. Dengan begitu, sudah bisa menekan biaya keluarga. Apalagi jika ini ditingkatkan dengan memenuhi sendiri kebutuhan protein seperti telur ayam dan daging ikan,” kata dia.
 
Dengan metode yang sangat sederhana seperti berternak ikan lele di dalam ember (budidamber), program ini sejatinya dapat terlaksana mudah bagi warga di pedesaan.
 
“Tinggal lagi cara berpikir. Jika warga di desa saja semuanya mau beli di pasar, ini kan susah. Padahal uang yang ada bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lain,” kata dia.
 
Menurutnya, ujung tombak dari suksesnya program GSMP ini terletak pada kalangan ibu-ibu.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Effendi mengatakan Pemprov Sumsel membidik sebanyak 81.000 rumah tangga miskin di 17 kabupaten/kota untuk menjalankan program kemandirian pangan yang dijalankan sejak November 2022.
 
Sejauh ini program GSMP sudah menyasar 2.031 rumah tangga miskin.
 
“Sasaran dari program ini yakni keluarga miskin, yang mana saat ini angka kemiskinan di Sumsel masih di kisaran 12 persen (sekitar 3 ribu jiwa),” kata dia.
 
Dari target sasaran rumah tangga miskin diketahui Kabupaten Lahat menjadi yang terbanyak yakni 9.450 keluarga, disusul OKU Timur 7.800 keluarga dan Banyuasin 7.625 keluarga.
 
Program ini sebenarnya sejalan dengan program nasional terkait upaya menjaga ketahanan pangan.
 
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2022 ditetapkan sebanyak 20 persen dana desa digunakan untuk program ketahanan pangan dan hewani.
 

(SAW)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan