Studi: Perubahan Iklim Buat Inggris 10 Kali Lebih Rentan terhadap Gelombang Panas

Studi: Perubahan Iklim Buat Inggris 10 Kali Lebih Rentan terhadap Gelombang Panas

Inggris: Perubahan iklim yang diakibatkan ulah manusia menjadikan gelombang panas di Inggris sepanjang bulan Juli ini 10 kali lipat lebih mungkin terjadi dibanding masa normal. Dilansir dari AFP, Jumat, 29 Juli 2022, pernyataan tersebut berasal dari sebuah studi terbaru tim ilmuwan internasional yang mempelajari perubahan iklim.
 
Dalam gelombang panas tahun ini, bagian timur Inggris mencatat suhu tertinggi sepanjang masa, yaitu 40,3 derajat Celcius. Kondisi tersebut kemudian memicu kebakaran yang telah menghancurkan puluhan rumah di London.
 
Secara keseluruhan, setidaknya 34 lokasi di Inggris mencatat suhu tertinggi pada 20 Juli. Hal itu terjadi di saat gelombang panas di Eropa barat mencapai puncaknya.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah tim penelitian internasional mencoba menggambarkan berapa besar kemungkinan terjadinya peristiwa panas ekstrem sebelum revolusi industri di abad ke-19. Mereka kemudian membandingkannya dengan gelombang panas di iklim saat ini, di saat rata-rata suhu planet Bumi lebih panas 1,2 derajat Celcius dibanding pra-industri.
 
Para peneliti memfokuskan penelitian pada temperatur maksimum di wilayah Inggris yang paling terkena dampaknya – Inggris tengah dan Wales timur – dan menemukan bahwa panas yang memecahkan rekor tersebut 10 kali lebih mungkin terjadi lantaran emisi gas rumah kaca yang dihasilkan manusia telah menyebabkan pemanasan global.
 
Studi tersebut menemukan bahwa peristiwa panas ekstrem di seluruh bagian Eropa telah meningkat lebih jauh dibandingkan apa yang diperkirakan model iklim.
 
Model yang dihasilkan komputer memperkirakan emisi gas rumah kaca meningkatkan suhu gelombang panas pada Juli ini sebanyak 2 derajat Celcius. Namun kenyataannya, gelombang panas tersebut 4 derajat Celcius lebih besar dibandingkan tanpa ulah manusia.
 
“Di Eropa dan beberapa bagian lainnya di dunia, kita melihat semakin banyak gelombang panas yang terus memecahkan rekor temperatur, menyebabkan suhu ekstrem yang menjadi lebih panas dan cepat daripada kebanyakan model iklim,” ujar Friederike Otto, Dosen Senior Ilmu Iklim di Institut Grantham Imperial College, London untuk Perubahan Iklim.
 
“Hal ini merupakan penemuan yang mengkhawatirkan dengan menunjukkan bahwa jika emisi karbon tidak segera dihentikan, konsekuensi dari perubahan iklim panas ekstrem di Eropa yang sudah sangat mematikan bisa menjadi lebih buruk dibanding yang kita duga sebelumnya,” kata Otto.
 
Baca:  Panas! Suhu di Inggris Capai 40,3 Derajat Celcius untuk Pertama Kalinya
 
Pada 2020, para ilmuwan dari Kantor Meteorologi Inggris (Met Office) mengkalkulasikan kemungkinan suhu udara mencapai 40 derajat Celcius di iklim alami, atau pemanasan yang tidak disebabkan oleh manusia, adalah 1 dalam 1.000 tahun. Namun dalam studi terbaru, perkiraan tersebut berubah menjadi 1 dalam 100 tahun.
 
“Bahkan dengan perkiraan konvensional, kami melihat peran besar perubahan iklim dalam gelombang panas Inggris,” kata Mariam Zachariah, Rekan Peneliti di Grantham Institute.
 
“Di iklim kita saat ini, yang telah berubah akibat emisi gas rumah kaca, banyak orang mengalami peristiwa-peristiwa yang seharusnya tidak mungkin terjadi. Dan semakin lama kita bisa mencapai target Nol Bersih, maka gelombang panas yang lebih buruk akan datang,” pungkasnya, merujuk pada target emisi karbon. (Gracia Anggellica)
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan