Soal Oppa di KBBI, ini Penjelasan Pakar Bahasa

GenPI.co Jatim – Beberapa waktu yang lalu badan bahasa nasional telah memasukkan kata Oppa di KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kata tersebut termasuk sebagai serapan yang sah dengan makna panggilan kepada laki-laki lebih tua.

Menurut pakar bahasa Universitas Brawijaya Dany Ardhian, secara teori kosakata Oppa masuk sebagai kata serapan dalam empat pola yaitu adopsi, adaptasi, translasi dan kreasi.

BACA JUGA:  Potret Stadion Brawijaya Kediri, Bersolek Jelang Liga 1

Bahkan dalam penulisan dan pengucapannya tidak terjadi perubahan apapun, sehingga dapat diserap secara adopsi oleh KBBI.

Secara urutan, dijelaskannya, serapan dalam KBBI memiliki dua kategori, yakni bahasa daerah dan asing. Kemudian, kosakata tersebut populer, bermakna positif dan tidak ada dalam KBBI.

BACA JUGA:  Universitas Brawijaya Punya Solusi Menangani Wabah PMK

“Dalam KBBI terdapat kesamaan penulisan dan pelafalan. Secara teori bahasa preskriptif unsur konsonan sama dan berderet itu tidak baku. Jika dilihat kata Oppa itu memiliki dobel P,” ucap Dany pada GenPI.co Jatim, Senin (18/7).

Hal tersebut dapat memungkinkan terjadinya perbedaan arti antara penulisan Oppa dengan Opa.

BACA JUGA:  Ada Syarat Good Looking Masuk UB Malang, Ini Penjelasannya

Adapun pertimbangan lain, mengapa kosakata ini dapat masuk ke dalam KBBI, yakni frekuensi penggunaannya yang sering terjadi di media sosial. Artinya, kata tersebut menjadi populer dan menyebabkan orang ingin tahu apa arti sebenarnya dari kosakata itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari jatim.genpi.co.

Tinggalkan Balasan