Ramai Diprotes Akibat Diblokir Kominfo, Apa itu Steam dan PayPal?

Ramai Diprotes Akibat Diblokir Kominfo, Apa itu Steam dan PayPal?

Jakarta: Internet di Indonesia ramai dengan perdebatan pemblokiran sejumlah Penyedia Sistem Elektronik (PSE) alias penyedia aplikasi atau layanan digital akibat belum melakukan pendaftaran seperti diamanatkan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 10 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Permen Kominfo Tahun 2020 tentang PSE Lingkup Privat.
 
Beberapa nama kerap disebut dan menjadi inti dari protes keras yang dilontarkan oleh netizen Indonesia, dua di antaranya adalah Steam dan PayPal. Bagi sebagian masyarakat Tanah Air pasti keduanya terdengar asing, karena tidak pernah memakainya.
 
Apa itu Steam dan PayPal? Pertama, Steam adalah sebuah platform distribusi digital atau penjualan game format digital yang dimiliki perusahaan bernama Valve. Steam sendiri sudah beroperasi sejak September 2003.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak hanya menyediakan game, di sini juga ada deretan software beragam kebutuhan, namun memang nama Steam identik sebagai tempat membeli game untuk bermain di komputer atau laptop.
 
Steam tidak hanya menjual game, developer atau publisher baik besar maupun indie seperti yang ada di Indonesia juga bisa menjual game mereka di sini. Data situs Statisnya mengklaim jumlah pengguna Steam di tahun 2020 ada 120 juta pengguna aktif bulanan.
 
Melihat jumlahnya yang sangat besar, layanan Steam juga memudahkan pembuat game (developer) untuk mendistribusikan update atau perbaikan ke game mereka yang sudah dibeli.
 
Per bulan Juli 2020, game yang dijual Steam juga sudah termasuk dikenakan pajak 10 persen untuk pembeli di Indonesia. Nah, selanjutnya apa itu PayPal?
 
PayPal adalah layanan keuangan atau finansial asal Amerika Serikat yang didirikan tahun 1998. Mereka menyediakan sistem pembayaran dan transfer uang global, makanya Anda mungkin familiar bahwa banyak situs menyediakan pilihan transaksi dengan PayPal.
 
PayPal mendukung 56 mata uang asing serta bisa menyimpan saldo rekening dalam pilihan 25 mata uang. Di Indonesia, menurut informasi yang dikumpulkan juga banyak digunakan untuk menerima bayaran atas pekerjaan freelance yang diambil dari luar terutama sektor industri kreatif.
 

(MMI)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan