cnbc-indonesia.com – Penurunan harga aset kripto di pasar global membuat investor malas bertransaksi. Penurunan minat menjual dan membeli aset kripto bahkan membuat rata-rata volume transaksi di Tokocrypto anjlok hingga 50%.

CEO Tokocrypto Pang Xue Kai mengakui bahwa harga aset kripto yang berguguran membuat orang enggan bertransaksi. Dia mengungkapkan volume transaksi di Tokocrypto kini hanya sekitar setengah dari rata-rata volume transaksi saat pasar aset kripto sedang tinggi-tingginya.

“Kalau pasar lagi bearish siapa yang mau berdagang, mereka beli harganya langsung turun lagi,” katanya di sela ajang Nexticorn International Summit 2022.

Namun, penurunan jumlah transaksi di platform tidak sepenuhnya berdampak ke bisnis perusahaan. Tokocrypto memiliki strategi untuk menjaga kinerja perusahaan dan menahan harga aset kripto tetap stabil.

“Kami membuka akses ke produk yang orang masih mau bertransaksi,” jelas Kai.

Dia mencontohkan, Tokocrypto membuka akses sebesar mungkin ke produk staking yang membuahkan on-chain reward ke penggunanya.

Istilah staking digunakan untuk aksi pemilik aset kripto yang menyediakan aset kripto miliknya dalam aktivitas pengelolaan jaringan blockchain.

Pengelola blockchain biasanya mengizinkan pihak lain ikut serta dalam aktivitas staking tersebut dan membagi imbal hasil dari proses validasi blockchain ke pemilik aset.

Rencana Ethereum mengubah sistem blockchain dari proof-of-work ke proof-of-stake yang biasa disebut sebagai The Merge, menurut Kai, meningkatkan minat atas staking, termasuk di Tokocrypto.