Viral di TikTok, Curhatan Karyawan Google yang Di-PHK, Dipecat Saat Perjalanan Bisnis

cnbc-indonesia.com – “Saya dipecat Google saat tengah perjalanan bisnis.” Begitulah Kimberly Diaz memulai curahan hatinya (curhat) sesaat setelah mengetahui bahwa dirinya termasuk salah satu dari total 12.000 karyawan Google yang mengalami pemutusan hubungan kerja ( PHK ).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Google mengumumkan PHK massal yang berdampak ke sekitar 6 persen dari total karyawannya atau sekitar 12.000 staf. Diaz, yang juga merupakan kreator kecantikan di TikTok, membagikan curhatannya di platform video pendek itu. Curhatannya kemudian viral dan sudah dilihat jutaan kali.

Dalam video berdurasi satu menit 45 detik itu, Diaz mengisahkan bahwa dia sedang dalam perjalanan bisnis di Florida, Amerika Serikat (AS).

Di sana, rencananya dia bertemu dengan beberapa klien, sebagaimana tugasnya sebagai Global Partner Lead, Retail, Fashion & Branded Apparel yang bertanggung jawab sebagai penghubung antara pengiklan dan YouTube.

Pada Kamis (19/1/2023) malam waktu Florida, Diaz mengatakan sedang menghadiri jamuan makan malam dengan Chief Marketing Officer salah satu brand yang menjadi kliennya. Mereka pun menjadwalkan pertemuan keesokan paginya.

Sayangnya, saat Diaz tengah menyiapkan rapat sepagi mungkin, dia mendapati aksesnya ke sistem perusahaan telah diblokir.

“Saya bangun pukul 06.00 pagi untuk finalisasi presentasi saya, lalu bersiap rapat jam 10 pagi. Tapi, saya tidak bisa mengakses e-mail, namun entah kenapa sistem chat (internal) masih bisa diakses,” katanya.

Tak lama setelah itu atau sekitar 10 menit kemudian, Diaz mendapatkan sebuah e-mail yang menyebut bahwa posisinya di Google telah dihentikan.

“Sekitar 10 menit setelahnya saya menerima e-mail dari Google yang mengatakan bahwa saya dipecat dan akan berlaku efektif sesegera mungkin,” kata Diaz.

Seharusnya Diaz masih harus menjalani agenda bisnis di Florida sampai beberapa waktu ke depan. Google juga tidak membatalkan tiket kepulangannya dari Florida ke New York, sesuai jadwal agenda bisnis.

Namun, setelah mendapat pengumuman PHK tersebut, Diaz hanya ingin pulang ke New York sesegera mungkin. Untungnya, seorang teman yang aman dari PHK massal Google membantu Diaz untuk mereservasi tiket pulang dari Florida ke New York. Sebab, dia mengaku tiket pesawatnya tidak dapat diubah (reschedule).

“Saya sudah tidak bisa lagi mengakses apa pun, saya tidak bisa mengubah jadwal penerbangan menggunakan sistem perusahaan juga,” kata Diaz, dihimpun KompasTekno dari Business Insider, Rabu (25/1/2023).

Replying to @pinkyalfieandvicky story time of how i got let go while on a client visit… part one

Pertanyakan kriteria dipecat

Dalam , Diaz mengatakan bahwa keputusan PHK yang ia terima cukup mengejutkan.
Sebab, sekitar sepekan sebelum pengumuman PHK massal Google, dia dan timnya sempat mendapat apresiasi dari jajaran direksi karena telah memenuhi target pendapatan akhir tahun.

Tidak hanya Diaz, sejumlah karyawan Google juga mempertanyakan kriteria pegawai yang dipecat. Pertanyaan itu diunggah karyawan Google melalui platform internal bernama Dory.

“Bagaimana PHK diputuskan? Beberapa karyawan dengan kinerja yang sangat bagus dikeluarkan dari tim kami,” demikian salah satu pertanyaan yang paling populer di Dory.

“Parameter apa yang dipakai untuk menentukan siapa yang dipecat? Apakah keputusan (PHK) didasarkan pada kinerja mereka, ruang lingkup pekerjaan, atau keduanya, atau hal lain?” tanya karyawan lainnya.

Tidak sedikit yang menganggap bahwa keputusan PHK ini cukup acak. Hal itu dinilai bisa berdampak negatif di antara karyawan karena mereka yang dianggap profesional, teladan, dan mendapat promosi sekalipun, tetap kena PHK.

Wakil Presiden Senior Google, Prabhakar Raghavan akhirnya angkat suara tanpa memberi jawaban yang jelas. Dia justru mengarahkan karyawan agar mempertanyakan hal tersebut saat pertemuan besar yang akan digelar pekan ini.

“Akan ada pertentangan saat perusahaan memutuskan PHK,” kata Raghavan dalam e-mail ke karyawan, dikutip KompasTekno dari CNBC, Senin (23/1/2023).

Google sebenarnya memiliki dokumen yang merinci tentang PHK. Namun penjelasannya dinilai tidak menjawab apa kriteria karyawan yang dipecat.

Karyawan senior juga terdampak

Saking tidak jelasnya bagaimana kriteria karyawan yang di-PHK, beberapa karyawan senior yang sudah berdedikasi belasan hingga puluhan tahun pun ikut terdampak. Justin Moore misalnya.

Berbeda dari Diaz, mantan manajer engineering Google yang sudah mengabdi 16 tahun itu membagikan curhatannya di LinkedIn. Hampir sama dengan Diaz, Moore juga baru mengetahui dirinya dipecat ketika tidak bisa mengakses sistem internal perusahaan pukul 03.00 pagi.

“Jadi, setelah lebih dari 16,5 tahun di Google, tampaknya saya dilepas dengan cara memblokir akses otomatis jam 03.00 pagi, sebagai salah satu dari 12.000 orang yang “beruntung” (terdampak PHK),” kata Moore.

“Ini menunjukkan bahwa pekerjaan bukanlah hidup Anda, dan perusahaan – terutama perusahaan besar seperti Google, menganggap Anda bisa dibuang 100 persen. Jalanilah hidupmu, bukan bekerja,” kata Moore di LinkedIn.

Selain Moore, ada pula karyawan senior lain yang juga terdampak PHK massal Google, yakni Jeremy Joslin. Joslin yang sudah bekerja selama 20 tahun di Google sebagai software engineer, mengetahui kabar PHK dirinya dari e-mail yang dikirim oleh manajemen.

“Sulit bagi saya untuk percaya bahwa setelah 20 tahun di #Google, saya tiba-tiba dikabari tentang hari terakhir saya melalui e-mail,” kata Joslin melalui akun Twitter pribadinya berhandle @jcj.

Bagi Joslin, kabar itu bak sebuah tamparan karena ia berharap bisa berpamitan ke rekan-rekannya di Google secara langsung dalam hari terakhirnya di perusahaan.

Ada pula karyawan senior lain, yakni Elizabeth Hart yang sudah bekerja selama 15 tahun di Google sebagai manajer pemasaran senior. Seperti Moore dan Joslin, Hart juga baru tahu hari terakhirnya di Google saat ia bangun tidur dan mendapati penutupan akses ke sistem internal perusahaan bersamaan dengan notifikasi berita PHK Google.

“Hari ini, petualangan 15 tahun lebih saya di Google berakhir tiba-tiba ketika saya bangun dari tidur dan mengecek ponsel, saya melihat notifikasi bahwa akses kantor saya ditutup bersamaan dengan notifikasi berita PHK,” papar Elizabeth Hart pada unggahan LinkedIn.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

error: Content is protected !!