cnbc-indonesia.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak membuat sebagian orang berpikir kreatif agar mampu menghemat konsumsi bahan bakar minyak ( BBM ) pada kendaraan.

Salah satu cara yang dilakukan, yaitu pemasangan volt stabilizer . Katanya dengan memasang alat tersebut konsumsi bahan bakar mobil bisa semakin hemat .

Padahal, alat tersebut hanya berfungsi menstabilkan arus listrik dari alternator atau dinamo amper, tidak berhubungan langsung dengan bahan bakar di mobil. Lantas, apakah alat ini efektif bikin hemat BBM?

Foreman Nissan Bintaro Ibrohim, mengatakan volt stabilizer hanya menstabilkan suplai arus listrik menuju ECU, sehingga tidak berhubungan dengan konsumsi bahan bakar pada mobil.

“Cuma menstabilkan suplai arus listrik ke ECU, apakah sinyal-sinyal input serta output mesin bertambah perlu pembuktian, dan itu tidak berhubungan langsung dengan konsumsi bahan bakar,” ucap Ibrohim kepada Kompas.com, Senin (12/9/2022).

Dia mengatakan penggunaan perangkat tersebut akan mensugesti pengguna sehingga konsumsi bahan bakar terasa lebih irit.

“Memang sih, arus yang pasok dari alternator bisa tidak stabil, tapi kalau hal dapat berpengaruh pada konsumsi bahan bakar belum terpikirkan sebelumnya,” ucap Ibrohim.

Hal yang sama juga dilontarkan oleh Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, mengatakan dirinya tidak tahu kalau penstabil arus listrik bisa menghemat konsumsi bahan bakar.

“Alat ini untuk menstabilkan arus listrik, dan hubungannya dengan konsumsi bahan bakar pada mobil saya kurang paham,” ucap Didi kepada Kompas.com, Senin (12/9/2022).

Dia mengatakan selain tidak ada hubungannya dengan konsumsi bahan bakar, volt stabilizer tidak pernah disarankan untuk dipasang karena berbahaya.

“Sepertinya itu hanya mitos, dan saya tidak menyarankan memasang alat ini, beresiko terhadap fire hazard (kebakaran),” ucap Didi.

Jadi, volt stabilizer hanya sebagai perangkat yang bertugas menstabilkan arus listrik. Bukan untuk menghemat konsumsi bahan bakar. Penggunaan alat tersebut juga tidak disarankan karena berbahaya, bisa memicu terjadinya kebakaran.