cnbc-indonesia.com – >

JAKARTA,KOMPAS.com – Salah satu modifikasi motor yang sering dilakukan yakni menambah anting shockbreaker pada bagian belakang.

Modifikasi ini bertujuan membuat tunggangan lebih nungging, atau menambah jarak main ayunan per dan suspensi belakang.

Namun, bukan tanpa risiko, pasang anting shockbreaker belakang, tentu saja harus memperhatikan dampak negatif yang bisa dijadikan warning sebelum risiko fatal terjadi.

Menurut Nurhadi Muslim Kepala Bengkel Honda Zirang Motor Semarang, anting shockbreaker belakang sangat cocok digunakan membuat tampilan motor lebih tinggi.

Dengan ketinggian 3-5 cm, hasilnya jarak main per dan spatbor roda ada celah, solusi tepat dan mudah agar buritan motor bisa nungging.

“Aksesori tambahan ini biasanya jadi alternatif modifikasi ringan motor. Tapi ingat, ada dampak buruk dan harus diperhatikan, yang langsung dirasakan suspensi jadi keras,” ucap Nurhadi kepada Kompas.com, belum lama ini.

Bantingan suspensi yang berubah jadi keras disebabkan travel shockbreaker terbatas, tidak ada ruang mengayun ke atas atau bawah.

Hal ini bisa berdampak buruk dalam jangka waktu tertentu. Shockbreaker bisa mati, karena dipaksa bekerja diluar batas wajar.

“Kan ada jarak aman travel shockbreaker, nah itu jadi tidak sesuai karena ada tambahan anting. Bantingan keras, ayunan terbatas, ujung-ujungnya suspensi bermasalah,” kata dia.

Travel suspensi belakang , padahal menentukan ayunan per lembut atau keras. Jika jarak main per panjang, maka bantingan terasa lembut. Sebaliknya, suspensi belakang yang di tinggikan, bantingan otomatis jadi keras.

“Walau cuma 2-5 cm, suspensi tidak bisa mengayun seperti standar. Apalagi kalau muatan berat, shockbreaker cuma jadi tumpuan,” tutur Nurhadi.