cnbc-indonesia.com – Simulasi pertama Ganjar dipasangkan dengan Airlangga Hartarto diusung oleh Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB, kemudian melawan Prabowo dipasangkan dengan Erick Thohir diusung Gerindra-PKB, lalu Anies dengan Khofifah Indar Parawansa diusung Nasdem, PKS, Demokrat dan terkahir Puan Maharani duet dengan Sandiaga Uno diusung PDIP.

“Hasilnya Ganjar-Airlangga 24,4 persen, Prabowo-Erick 17,7 persen, Anies-Khofifah 13,8 persen, Puan-Sandiaga 3,6 persen. 13,8 persen tidak mau menjawab atau merahasiakan jawaban dan 26,7 persen tidak tahu atau tidak jawab,” kata Hanta dalam paparannya di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2022).

Kemudian responden ditanya lagi dengan simulasi berbeda kini Ganjar diduetkan dengan Ridwan Kamil, Prabowo dengan Erick Thohir, Anies dengan Khofifah dan Puan dengan Andika Perkasa.

Hasilnya, Ganjar-RK raih 28,7 persen, Prabowo-Erick 17,6 persen, Anies-Khofifah 13 persen, Puan-Andika 1,9 persen. 13,3 tidak tahu menjawab atau merahasiakan jawaban, dan 25,5 persen tidak tahu atau tidak jawab.

Lalu simulasi berikutnya Ganjar diduetkan dengan Erick Thohir unggul dengan 27,4 persen, Prabowo diduetkan dengan Cak Imin hanya 15,6 persen, Anies-AHY 12 persen, kemudian Puan dengan Andika 1,9 persen.

Terkahir simulasi Ganjar dipasangkan dengan Sandiaga unggul juga dengan angka 25,5 persen, Prabowo dengan Khofifah 15,4 persen, Anies-Erick Thohir 13,5 persen, Puan dengan Ridwan Kamil 4,6 persen.

Untuk diketahui, survei dilakukan pada 1 sampai 7 Agustus 2022 dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.