cnbc-indonesia.com – Presiden Jokowi secara resmi menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite , Solar dan Pertamax pada Sabtu, 3 September 2022.

Dana subsidi BBM akan dialokasikan pada program bantuan sosial masyarakat yang terbagi dalam tiga jenis yaitu bantuan langsung tunai ( BLT ), Bantuan Subsidi Upah ( BSU ) dan bantuan melalui dana pemerintah daerah.

Adapun, untuk bantuan subsidi upah sebesar Rp600.000 akan segera disalurkan oleh pemerintah melalui bank Himbara dan Pos Indonesia.

Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh penerima dana bantuan subsidi upah tersebut, di antaranya adalah merupakan warga kewarganegaraan Indonesia (WNI) yang memiliki gaji maksimal sebesar Rp3,5 juta.

Selain itu, penerima BSU harus merupakan peserta yang terdaftar aktif pada BPJS Ketenagakerjaan sejak Juli 2022.

Bantuan subsidi upah ini tidak diberlakukan untuk PNS, Polri dan TNI serta pekerja buruh yang telah mendapatkan bantuan lain, seperti Kartu Prakerja, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BLUM), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Lantas, bagaimana cara mengecek status penerima bantuan subsidi upah tersebut? Berikut langkah mudahnya yang telah dirangkum oleh Pikiran-Rakyat.com.

– Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan membuka situs resmi Kemnaker terlebih dahulu yaitu https://bsu.kemnaker.go.id/ atau https://satudata.kemnaker.go.id/ .

– Jika belum memiliki akun, maka harus mendaftar terlebih dahulu dengan mengisi data NIK, nama lengkap dan nama ibu kandung

– Setelah memiliki akun, dapat langsung login ke dalam situs tersebut

– Selanjutnya, lengkapi informasi diri sesuai dengan data

– Terakhir, cek notifikasi pemberitahuan status penerima bansos

Sebagai informasi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebutkan bahwa Bantuan Subsidi Upah ( BSU ) Tahun 2022 tahap pertama akan disalurkan paling cepat pada Jumat, 9 September 2022, besok.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker Surya Lukita.

“Kami targetkan Hari Jumat mudah-mudah bisa tersalur. Proses saat ini, dokumen-dokumen legalnya semua sudah selesai,” katanya, Kamis, 8 September 2022.

Lebih lanjut, Surya mengimbuhkan bahwa dana BSU paling lambat akan disalurkan pada awal pekan depan.

“Paling lambat awal minggu depan kalau memang minggu ini tidak bisa dikejar (pencairan dananya),” ujarnya.

Hingga saat ini, Kemnaker sendiri telah menerima sebanyak 5.099.915 data calon penerima BSU 2022 dari BPJS ketenagakerjaan.

Adapun, Kemnaker menargetkan sekitar 14 juta pekerja dapat menerima subsidi upah tersebut dengan mengalokasikan dana secara total sebesar Rp8,783 triliun.***