cnbc-indonesia.com – Pejabat Ukraina mengatakan target serangan balasan termasuk fasilitas air dan pembangkit listrik termal di Kharkiv, dan serangan itu menyebabkan pemadaman listrik yang meluas.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina Bridget Brink turut mengecam serangan itu.

“Tanggapan nyata Rusia terhadap Ukraina yang membebaskan kota dan desa di wilayah timur adalah dengan menembakkan rudal untuk mencoba menghancurkan infrastruktur sipil yang penting,” cuit Brink.

Moskow membantah pasukannya sengaja menargetkan warga sipil.

Zelensky menggambarkan serangan Ukraina di timur laut sebagai terobosan potensial dalam perang enam bulan terakhir. Ia juga mengatakan musim dingin bisa mendatangkan keuntungan territorial yang lebih besar jika Kiev mendapat persenjataan yang lebih kuat.

Dalam kekalahan terburuk bagi pasukan Moskow sejak mereka diusir dari pinggiran Ibu Kota Kiev pada Maret, ribuan tentara Rusia meninggalkan amunisi dan peralatan saat mereka melarikan diri dari Kota Izium, yang mereka gunakan sebagai pusat logistik.

Komandan utama Ukraina, Jenderal Valeriy Zaluzhnyi, mengatakan angkatan bersenjata Ukraina telah menguasai kembali lebih dari 3.000 km persegi area sejak awal bulan ini.

Tidak adanya tanggapan dari Moskow atas kekalahan itu memicu kemarahan di antara beberapa komentator pro perang dan nasionalis Rusia di media sosial.

Beberapa kalangan menyerukan pada Minggu agar Presiden Vladimir Putin membuat perubahan segera untuk memastikan kemenangan dalam perang.

Pada Minggu malam, Zelensky mengatakan bahwa serangan Rusia menyebabkan pemadaman total di wilayah Kharkiv dan Donetsk serta pemadaman sebagian di wilayah Zaporizhzhia, Dnipropetrovsk, dan Sumy.

“Mereka tidak dapat menerima kekalahan di medan perang,” tulis Gubernur Dnipropetrovsk Valentyn Reznichenko di Telegram.

Kyrylo Tymoshenko, wakil kepala kantor kepresidenan Ukraina, mengunggah gambar di Telegram tentang infrastruktur listrik yang terbakar tetapi menambahkan bahwa listrik telah dipulihkan di beberapa daerah.

Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov menggambarkan serangan Minggu sebagai “balas dendam sinis” atas keberhasilan pasukan Ukraina di garis depan, khususnya di Kharkiv.

Kemenangan Ukraina secara politis penting bagi Zelensky, terutama di tengah upayanya untuk mempertahankan dukungan Eropa untuk Ukraina.

Zelensky mengatakan pasukan Ukraina akan terus maju.

“Kami tidak akan tinggal diam,” katanya dalam wawancara dengan CNN yang direkam pada Jumat (9/11) di Kiev.

“Kami akan bergerak maju secara perlahan dan bertahap,” tambahnya. [Antara]