cnbc-indonesia.com – Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka menarik kembali pasukan dari dua daerah di Kharkiv, wilayah timur Ukraina. Penyebabnya, serangan balasan Ukraina telah membuat kemajuan yang signifikan dalam seminggu terakhir.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan bahwa pasukan akan dikumpulkan kembali dari daerah Balakliya dan Izyum ke wilayah Donetsk di Ukraina. Izyum adalah pangkalan utama pasukan Rusia di wilayah Kharkiv.

“Langkah Rusia sedang dilakukan untuk mencapai tujuan yang dinyatakan dari operasi militer khusus untuk membebaskan Donbas,” kata Konashenkov dilansir CNBC International. Donbas merupakan wilayah timur Ukraina yang telah dinyatakan berdaulat oleh Rusia.

Klaim mundur untuk berkonsentrasi di Donetsk mirip dengan pembenaran yang diberikan Rusia untuk menarik kembali pasukannya dari wilayah Kyiv awal tahun ini ketika mereka gagal merebut ibukota Ukraina.

Pejabat Ukraina Sabtu pagi mengklaim keuntungan besar dalam serangan balasan terhadap pasukan Rusia di wilayah Kharkiv, dengan mengatakan pasukan Ukraina telah memutus pasokan penting ke Izyum.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleh Nikolenko juga mengungkapkan pasukan Ukraina telah merebut kembali Kupiansk, sebuah kota di sepanjang rute pasokan utama ke Izyum, yang telah lama menjadi fokus di garis depan Rusia dan lokasi artileri berat dan pertempuran lainnya.

Dinas Keamanan Ukraina beberapa jam kemudian memposting pesan yang menunjukkan pasukannya di Kupiansk telah merebut wilayah. Militer Ukraina tidak segera mengkonfirmasi memasuki kota, pusat kereta api yang direbut Rusia pada Februari.

Video di media sosial tampaknya menunjukkan pasukan Ukraina di pinggiran Izyum di sebuah pos pemeriksaan pinggir jalan. Sebuah patung besar dengan nama kota bisa dilihat di rekaman itu. Pasukan Ukraina tidak mengakui menguasai kota itu.

Sebelumnya Sabtu, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan kepada wartawan bahwa mereka yakin Ukraina telah maju sejauh 50 kilometer (30 mil) ke selatan Kharkiv, dan menggambarkan pasukan Rusia di sekitar Izyum semakin terisolasi.

“Pasukan Rusia kemungkinan besar terkejut. Wilayah ini dikuasai dan unit Ukraina telah merebut atau mengepung beberapa kota,” kata militer Inggris.Institute for the Study of War, sebuah think tank yang berbasis di Washington, juga merujuk pada keuntungan Ukraina, memperkirakan bahwa Kyiv telah merebut sekitar 2.500 kilometer persegi (965 mil persegi) di terobosan timurnya. Lembaga itu mengatakan tampaknya “pasukan Rusia yang tidak terorganisir (terjebak) dalam kemajuan cepat Ukraina.”

Vladislav Sokolov, kepala pemerintahan lokal yang ditunjuk Rusia, mengatakan di media sosial bahwa pihak berwenang di Izyum telah mulai mengevakuasi penduduk ke Rusia.

Pertempuran di Ukraina timur terjadi di tengah serangan yang sedang berlangsung di sekitar Kherson di selatan. Analis menyarankan Rusia mungkin telah mengambil tentara dari timur untuk memperkuat sekitar Kherson, menawarkan Ukraina kesempatan untuk menyerang garis depan melemah.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan kepada saluran televisi Ukraina bahwa Rusia tidak memiliki makanan atau bahan bakar untuk pasukan mereka di daerah itu karena Kyiv telah memutuskan jalur pasokan mereka, muncul prediksi mundurnya Rusia.

“Ini akan seperti longsoran salju. Satu garis pertahanan akan bergetar dan itu akan jatuh,” katanya.