cnbc-indonesia.com – Massa yang berunjuk rasa terkait penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di kawasan Tugu Arjuna Widjaja (Patung Kuda) di Monas, Jakarta Pusat, membubarkan diri diiringi lantunan Asmaul Husna.

Kelompok yang terakhir menyampaikan aksi, yakni Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) atau massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB yang sebagian besar berjalan ke arah Stasiun Gambir.

Sementara massa mahasiswa dari Universitas Ibn Khaldun Bogor membubarkan diri dari lokasi unjuk rasa pada pukul 17.20 WIB yang berjalan ke arah Medan Merdeka Selatan, tempat kendaraan milik pengunjuk rasa parkir.

Kedua massa tersebut membubarkan diri dari lokasi pada pukul 17.30 WIB, diiringi dengan imbauan dan membacakan Asmaul Husna dari petugas kepolisian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penyampaian aspirasinya hari ini dan bisa berjalan dengan tertib. Selamat jalan, semoga sampai ke rumah dengan selamat,” kata petugas kepolisian lewat pengeras suara yang diiringi Asmaul Husna dari beberapa petugas kepolisian yang menggunakan kopiah dan serban putih.

Diketahui hari Senin ini ada beberapa kelompok yang menyuarakan pandangannya di lokasi terkait beberapa isu, mulai dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang menyuarakan soal BBM dan penolakan Omnibuslaw sejak pukul 11.00 WIB, massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 13.30 WIB tidak lama setelah massa GNPR datang.

Massa kedua adalah massa GNPR yang terdiri dari Persatuan Alumni 212 (PA 212), dan Front Persaudaraan Islam (FPI), serta kelompok alumni UI, yang datang sekitar pukul 13.20 WIB, dengan membawa sejumlah spanduk dan poster untuk menyuarakan tuntutannya yang menolak penyesuaian harga BBM.

Setelah itu datang lagi ratusan massa mahasiswa dari kampus Ibn Khaldun Bogor pada 15.50 WIB yang juga menyuarakan soal penolakan penyesuaian BBM.

Meski ada beberapa insiden, dari pantauan di lokasi, aksi unjuk rasa hari Senin ini terlihat kondusif.