cnbc-indonesia.com – Publik dihebohkan dengan kemunculan hacker bernama Bjorka yang mengaku berhasil meretas dokumen rahasia negara.

Selain itu, Bjorka juga membongkar data pribadi dari beberapa tokoh dan pejabat Indonesia, seperti Menkominfo Johnny G Plate, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Denny Siregar.

Bjorka juga membuat geger netizen dengan mengungkap dalang pembunuh Munir , aktivis HAM yang meninggal dunia karena diracun pada tahun 2004. Bjorka mengatakan bahwa Muchdi PR sebagai dalang pembunuh Munir .

Menanggapi hal ini, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), membagikan utas soal kronologi pembunuhan Munir . Utas tersebut dibagikan KontraS melalui akun Twitter @KontraS pada 12 September 2022.

KontraS menuturkan, melalui laporan Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Pembunuhan Munir , terdapat sejumlah nama yang diduga terlibat dalam permufakatan jahat pembunuhan Munir .

Nama-nama tersebut adalah Pollycarpus , Indra Iryawan, serta Muchdi PR .

Pollycarpus adalah pilot senior yang diketahui bertugas dalam penerbangan GA 974, pesawat yang ditumpangi Munir saat hari kejadian pembunuhan.

Menurut KontraS, muncul kejanggalan ketika keberangkatan Pollycarpus pada 6 September 2004 baru diurus 5-6 jam sebelum keberangkatan pesawat GA-947.

Tiga jam setelah pesawat GA-974 lepas landas di Singapura, awak kabin melaporkan bahwa Munir sakit, kemudian, dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipo, Amsterdam, Munir telah dinyatakan meninggal dunia.

Pada 12 November 2004, polisi Belanda menemukan jejak senyawa arsenikum setelah Munir diotopsi. Kemudian, pada 18 Maret 2005, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menetapkan Pollycarpus sebagai tersangka dan dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun.

Pollycarpus kemudian bebas murni pada 29 Agustus setelah menjalani masa pembebasan bersyarat.

Selain Pollycarpus , nama Indra Setiawan, Direktur Utama Garuda saat itu, juga memiliki peran di balik kasus ini. Pada saat itu, Indra Setiawan mengeluarkan surat tugas secara langsung kepada Co-Pilot Pollycarpus dengan mengabaikan jenjang pengambilan keputusan.

TPF kemudian menemukan fakta bahwa Pollycarpus melakukan komunikasi sebanyak empat kali dengan Muchdi PR masing-masing pada 25 Agustus 2004, 3 September 2004, 6 September 2004, dan 7 September 2004.

Menutup utas tersebut, KontraS membagikan sebuah poster dengan tulisan Usut Dalang Pembunuhan Munir . (Anggita Laras Syanlindri)***