cnbc-indonesia.com – Presiden Joko Widodo mengatakan, realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (ABPD) secara umum saat ini masih berada di angka 47 persen.

Menurut Presiden, realisasi ini sangat kecil. Padahal, waktu yang tersisa untuk menyerap APBD 2022 hanya tinggal beberapa bulan saja.

“Posisi ABPD saat ini realisasinya masih berada di angka 47 persen, masih kecil sekali,” ujar Jokowi dalam sambutannya pada rapat pengendalain inflasi bersama para kepala daerah di Istana Negara, Senin (12/9/2022).

“Saya minta sekali lagi kepada seluruh gubernur, bupati, wali kota agar waktu yang tinggal Oktober, November, Desember ini betul-betul anggaran yang ada ini segera bisa direalisasikan,” tegasnya.

Kepala Negara mengingatkan bahwa kontribusi APBD terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sangat besar.

Penggunaan APBD secara tepat juga dapat mengatasi kenaikan inflasi. Utamanya yang berkaitan dengan kenaikan harga pangan.

Jokowi pun mengungkapkan, kontribusi harga pangan terhadap kemiskinan sebesar 74 persen.

“Begitu harga pangan naik, artinya di sebuah daerah kemiskinan juga akan terkerek ikut naik. Utamanya itu beras sebagai komponen utama,” tegas Jokowi.

Sehingga dirinya meminta pemerintah daerah berhati-hati jika harga beras sudah mulai naik.

Menurut Jokowi, meski kenaikan harga beras hanya Rp 200 atau Rp 500 harus segera diintervensi.

“Karena itu menyangkut kemiskinan di kabupaten, di kota provinsi yang bapak ibu pimpin itu akan langsung bisa naik angka kemiskinannya,” tambah Jokowi.