cnbc-indonesia.com – Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sepakati anggaran belanja subsidi energi 2023 sebesar Rp 211,9 triliun. Termasuk di dalamnya subsidi bahan bakar minyak (BBM), LPG tabung 3 kg dan listrik.

“Dengan ini kita sepakati total subsidi energi Rp 211,9 triliun,” kata Ketua Banggar Said Abdullah saat rapat kerja, Senin (12/9/2022)

Asumsi yang dipakai dalam penentuan anggaran ini adalah Indonesia Crude Price (ICP) US$ 90 per barel dan kurs Rp 14.800/US$.

Volume BBM yang meliputi minyak tanah 0,5 juta KL dan solar 17 juta KL. Subsidi tetap solar Rp 1.000 per liter. Selanjutnya volume LPG tabung 3 kg sebesar 8 juta MT.

Dengan demikian, subsidi BBM Rp 21,5 triliun, LPG 3 kg Rp 117,8 triliun dan listrik Rp 72,5 triliun.

“Kita alokasikan cadangan solar sebesar 1 juta KL dan LPG 0.5 juta MT agar pemerintah menjalankan dulu reformasi subsidi. Nanti setelah 6 bulan baru kita evaluasi kembali untuk anggaran tersebut bisa digunakan atau tidak,” papar Said.