cnbc-indonesia.com – Usai membocorkan data-data milik Pemimpin Negara Indonesia, Presiden Jokowi, kini hacker Bjorka kembali berulah dengan membocorkan data milik Puan Maharani hingga Denny Siregar.

Selain itu, Bjorka juga membocorkan data milik Muchdi Purwopranjono yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis Munir .

Tidak tanggung-tanggung Bjorka juga memaparkan kronologi terkait dengan pembunuhan Munir saat melakukan perjalanan ke Belanda.

Nama Bjorka menjadi trending di media sosial Twitter, usai membocorkan data-data besar milik negara hingga nama-nama besar lainnya.

Meskipun banyak yang mendukung kemampuan Bjorka dalam meretas data penting yang selama ini tidak dibuka secara transparan kepada publik.

Namun, sebagian orang justru beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Bjorka merupakan suatu pengalihan isu .

“Btw bjorka ini kelakuannya udah kyk hacker lvl script kiddie yg baru aja kenal dunia hacking menurut gw,” kata pemilik akun @war***

“Plot twist-nya ternyata Bjorka buatan BIN juga. Hehehe untuk pengalihan isu .. Yg dibocorkan blm ada yg wow banget yg bs mengguncang negeri wakanda,” ujar pemilik akun @Wiw***

“Bingung jg si ya, si bjorka ni kaya semacam pengalihan isu ? Biar kasus gede kaya FS ga keliatan, so they need a bigger issues??? I think hacker is famous by their unknown identity and keep their movement shut in public, but he just seems different,” kata pemilik akun @miy***

“Kasusnya ( Munir ) udah expired tp di-spill, pengalihan isu kah?” kata pemilik akun @unm***

“Gue takutnya bjorka ini adalah salah satu misi pengalihan isu kasus sambo dan kasus besar lainnya. Gue sih ga terlalu wah bgt ngeliat pencurian data ini. Karna gue pun mencoba tidak teralihkan aja,” ujar pemilik akun @rac***

Sebelumnya Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono telah buka suara terkait dengan kasus pembobolan data Presiden Jokowi.

“Nanti pihak Sekretariat Negara akan menyampaikan. Tidak ada isi surat-surat yang bocor,” kata Heru dilansir Pikiran-rakyat.com dari Antara.

Menurutnya, informasi terkait surat berlabel rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan surat Presiden Jokowi yang diklaim bocor oleh hacker adalah bohong.***