LPEI Dorong Ekspor Udang dan Olahannya Asal Jawa Timur

LPEI Dorong Ekspor Udang dan Olahannya Asal Jawa Timur

Jakarta: Produk udang dan olahannya asal Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar global. Apalagi untuk ekspor produk udang dan olahannya, Indonesia menempati peringkat keenam terbesar di dunia setelah India, Ekuador, Tiongkok, Kanada dan Vietnam.
 
Kepala Divisi IEB Institute Rini Satriani mengatakan, nilai ekspor udang dan olahannya asal Indonesia mencapai USD2,92 miliar atau berkontribusi 6,03 perden terhadap total ekspor udang dan olahannya dunia pada 2021. Jika dibandingkan total ekspor perikanan Indonesia, ekspor udang dan olahannya berkontribusi sebesar 55,41 persen.
 
“Untuk produk udang dan olahannya selama Januari-Mei 2022 mengalami peningkatan sebesar 17,56 persen (yoy) atau mencapai USD1,27 miliar atau naik dari USD1,08 miliar pada Januari-Mei 2021,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 18 Juli 2022.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan jenis komoditas, ekspor udang Indonesia didominasi oleh jenis lobster, udang kecil (shrimp), udang besar (prawn). Adapun negara tujuan ekspor utamanya adalah Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Jepang, Vietnam dan Thailand.
 
Melihat potensi tersebut, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meresmikan Desa Devisa Kluster Udang di Situbondo. Lembaga khusus Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan ini mendukung pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor melalui berbagai program dan di antaranya adalah Program Desa Devisa.
 

Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso menjelaskan, LPEI bersinergi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah, pemangku kepentingan lain dalam mengembangkan potensi suatu wilayah. Untuk itu, melalui Program Desa Devisa, LPEI membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, baik dari sisi pengetahuan maupun aspek produksinya.
 
“Diberikan pelatihan, pendampingan agar mampu membangun produk yang berstandar internasional. Program Desa Devisa ini juga selain memajukan produk atau komoditas, juga memiliki tujuan yaitu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya,” ungkapnya.
 
Ia menambahkan, apabila suatu produk memiliki daya saing tinggi, maka harga jualnya juga bagus sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu, LPEI bekerja sama dengan salah satu debiturnya yaitu Panca Mitra Multiperdana (PMMP) sebagai pembeli.
 
“Desa Devisa Kluster Udang ini merupakan binaan bersama antara LPEI dengan salah satu debitur kami. Hasil panen udang dari Desa Devisa ini akan dijual kepada PMMP, jadi kualitasnya terjamin. Kami berharap kedepannya akan banyak lagi Desa Devisa dengan mengangkat skema bisnis seperti ini,” pungkas dia.
 

(AHL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan