Literasi Digital dan Product-Market Fit Merupakan Hal Penting

Literasi Digital dan Product-Market Fit Merupakan Hal Penting

cnbc-indonesia.com – Transaksi offline kembali banyak setelah pandemi Covid-19. Lantaran demikian, pelaku usaha -terutama UMKM- perlu memaksimalkan peluang dari transaksi offline dengan pemahaman product-market fit.

Menurut data SimilarWeb, sepanjang Februari 2023, situs salah satu lokapasar dengan logo keranjang bertulis huruf “S” beroleh kunjungan 143,6 juta. Angka itu turun sekitar 16% daripada 2023, dan berkurang 25% dari capaian akhir tahun lalu. Jumlah pengunjung dua situs lokapasar lainnya pun turun dua bulan berturut-turut, yakni Januari dan Februari 2023.

Bank Indonesia memperkirakan, peningkatan transaksi offline merupakan salah satu kemungkinan yang menyebabkan pengunjung situs lokapasar turun. Tentu, ada faktor lain yang juga berkemungkinan menjadi penyebab pengunjung situs lokapasar turun, di antaranya tren social commerce.

CEO & Founder Boleh Dicoba Digital ( BDD ) M Rizki Fahrurrozi berharap, makin banyak pelaku UMKM yang memandang product-market fit sebagai hal penting. Product-market fit merupakan kondisi yang menggambarkan produk mampu memenuhi dan memuaskan kebutuhan pasar. Bukan hanya puas, konsumen atau pelanggan berkecenderungan membagikan informasi dan menceritakan produk itu ke orang lain.

“Banyak transaksi offline kembali setelah pandemi. Semoga semakin banyak UMKM yang menyadari, bahwa product-market fit amat penting. Penting juga literasi digital, termasuk bagi pelaku UMKM. Hal itu dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi. Kami terus berupaya mengedukasi pelaku UMKM,” tutur Rizki saat Open House di BDD HQ, Lima Building, Jalan Sunda, Kota Bandung, Selasa, 9 Mei 2023 petang.

BDD merupakan platform digital, hadir untuk mendukung perkemnbagan para pelaku usaha. Semenjak berdiri enam tahun lalu, platform itu telah bekerja sama dengan sekitar 800 pelaku UMKM.

Pihaknya berharap, dapat turut menjadi penunjang ekosistem UKMK Indonesia, di antaranya mencaku enterpreneur, brand owner, dan digital marketing enthusiast. “Kami berevolusi, dari semula agensi periklanan digital menjadi industri digital marketing,” ucap Rizki.

Membawa para pelaku UMKM menjangkau pasar lebih luas di regional Asia Tenggara, ucap Rizki, menjadi salah satu misi pihaknya. Bagian dari upaya mewujudukan misi itu, pihaknya membangun one stop solution dengan ekosistem bisnis yang terdiri atas Boleh Belajar, AdsBlend, dan SKS Digital.

VP Sales & Marketing BDD Kirana Paramitha menambahkan, pihaknya berkomitmen terus membantu para pelaku UMKM agar makin tumbuh dan berkembang. “Ingin memajukan Indonesia dengan produk-produk lokalnya. Jenama produk lokal mesti mampu bersaing dengan yang dari luar negeri. Pemilik jenama produk lokal pun perlu melek digital,” ucap dia.***