Kepala BNPB: Dana stimulan hanya untuk rumah tahan gempa di Cianjur

Kepala BNPB: Dana stimulan hanya untuk rumah tahan gempa di Cianjur

cnbc-indonesia.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa dana stimulan yang diberikan pemerintah untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dipergunakan untuk membangun rumah tahan gempa.

Suharyanto dalam keterangannya diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan banyak rumah di Kampung Cibeleng Hilir, Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong yang selesai dibangun oleh pemerintah dan swadaya oleh pemilik rumahnya.

“Warga diperbolehkan juga membangun rumah dengan pengerjaan sendiri melalui dana stimulan yang telah diberikan pemerintah, dengan tetap memerhatikan standar tahan gempa,” ujar Suharyanto saat mengunjungi warga.

Suharyanto didampingi Deputi Bidang Penanganan Darurat, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi beserta jajaran mengunjungi lokasi tersebut menggunakan motor, lantaran sulit diakses menggunakan mobil.

Kemudian Suharyanto meninjau Desa Padaluyu Kecamatan Cugenang untuk berbincang dengan masyarakat dan perangkat Desa tentang dana stimulan bagi masyarakat.

“Dana stimulan ini untuk pembangunan rumah, jangan untuk memenuhi kebutuhan lain, tujuannya masyarakat dapat kembali pulang ke rumah yang lebih aman,” ujar dia.

Di akhir tinjauan, Suharyanto menyempatkan diri menuju tempat pembuatan panel dinding tahan gempa yang digunakan untuk membangun rumah-rumah di Cianjur.

BPBD Kabupaten Cianjur mencatat penerima dana stimulan korban gempa bumi Cianjur per 30 April 2023 sudah mencapai 56.687 KK dari 64.889 KK yang jadi sasaran. Hingga kini dana stimulan yang dicairkan telah mencapai sekitar Rp1,838 miliar.

Pemerintah mulai 8 Desember 2022 lalu telah menyalurkan dana stimulan perbaikan rumah bagi korban gempa Cianjur yang terjadi beberapa waktu lalu.

Bantuan stimulan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa Cianjur bervariasi, untuk bangunan rusak ringan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta dan rusak berat Rp60 juta.