Kendalikan Emosi Berlebih dengan 5 Cara Ini

Jakarta: Semua orang pasti merasakan sedih, kecewa, bahkan stres. Namun, sebelum mulai menekan dan berharap perasaan itu hilang, ingat, semua perasaan dimaksudkan untuk dirasakan. Perasaan mengomunikasikan kebutuhan dan memberi seseorang umpan balik tentang situasi kamu saat ini. 

“Jika menemukan bahwa sebelum pandemi, kamu tidak menggunakan strategi pengaturan diri yang efektif, sekarang benar-benar situasi di mana keterampilan koping yang buruk tidak akan memotongnya. Dan itu benar-benar bisa menjadi masalah besar,” ujar asisten profesor George Buzzell, peneliti neurokognitif di FIU, seperti yang telah dikutip dari FIUNews.

Buzzell memelajari fungsi eksekutif otak, yang merupakan cara bagus untuk mengatakan sistem yang digunakan otak untuk memantau dan menyesuaikan diri saat menerima informasi baru. 

Saat ini kita tahu bahwa sistem ini memiliki tiga cabang, memori kerja, penghambatan, dan pengalihan tugas. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikan emosi yang kadang menjadi berlebihan?

 

1. Perawatan diri 

Untuk memiliki hubungan yang sehat dengan emosi, kuncinya adalah menjaga sistem fungsi eksekutif tetap sehat dan itu dimulai dengan perawatan diri. Telah terbukti bahwa kurang tidur dapat mengganggu pengaturan diri, yang berarti  memiliki kontrol yang lebih sedikit atas respons terhadap emosi, itulah sebabnya saat merasa lelah, seseorang akan cepat marah. 

Kurang tidur juga bisa menjadi stres. Solusinya, temukan aktivitas yang disukai dan masukkan ke dalam rutinitas harian. Misal, menulis jurnal dan berolahraga. 

Kendalikan Emosi Berlebih dengan 5 Cara Ini

(Mengelola emosi itu penting karena akan membuat kita lebih memahami keadaan diri sendiri maupun lingkungan sekitar kita. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

 

2. Jaga hubungan yang sehat 

Kita juga dapat menggunakan hubungan yang sehat untuk mengatur emosi dengan memiliki teman yang dipercaya atau orang yang dicintai untuk curhat. Biasanya dengan curhat, seseorang akan merasa jauh lebih baik. Bersosialisasi dapat membantu menenangkan pikiran dan bahkan dapat membantu mengatur respons fisik tubuh terhadap emosi. 
 

3. Berhenti menekan dan menilai kembali 

Dua dari teknik pengaturan emosi yang paling banyak dipelajari disebut penilaian ulang dan penekanan. Supresi adalah ketika orang mencoba untuk menghentikan diri dari perasaan emosi. Ketika melakukan ini, kita sering menemukan bahwa emosi negatif kembali lebih kuat dari sebelumnya. 

Buzzell merekomendasikan berlatih penilaian kembali sebagai gantinya. Artinya, ubah cara berpikir tentang emosi negatif sebelum mendapat tanggapan. Misalnya, jika membuat kesalahan dan merasa kecewa, katakan pada diri sendiri bahwa itu adalah pengalaman belajar. Dengan begitu, kamu cenderung mendapat respons positif daripada respons negatif. 

 

4. Berlatih meditasi 

Salah satu cara untuk melatih kesadaran tidak menghakimi adalah dengan bermeditasi. Cukup meluangkan waktu 5 hingga 10 menit sehari untuk memerhatikan seperti apa tubuh dan pikiran dapat membantu memahami kebiasaan emosional. Saat bermeditasi, perhatikan baik-baik setiap emosi yang mungkin muncul dan bagaimana naluri kita memberi tahu untuk merespons.
 

5. Mencegah ledakan emosi 

Buzzell percaya bahwa cara terbaik untuk mengelola pengalaman emosional yang meledak-ledak adalah melalui praktik pencegahan yang teratur. Ini mengurangi kemungkinan kamu kehilangan kontrol diri dan tiba-tiba “meledak”.

“Masalahnya adalah jika situasinya benar-benar intens, itu bukan waktunya untuk mencoba melakukan beberapa strategi perhatian atau penilaian ulang untuk pertama kalinya,” jelas Buzzell.

Jika kita telah berjuang untuk mengendalikan emosi, ketahuilah bahwa normal bagi seseorang untuk tidak merasa seperti diri sendiri selama waktu yang tidak biasa. 

Sambil menunggu dunia kembali normal, jangan lupa untuk menjaga kesehatan emosional. Mempraktikkan teknik-teknik ini dapat membantu memahami emosi, dan membantu tubuh menjadi rileks, merasa baik, dan sehat.

(TIN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan