Keluarga Gugat Kematian Brigadir J, Lapor Dugaan Pembunuhan Berencana, Pencurian hingga Penyadapan

TRIBUNWOW.COM – Keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mencurigai adanya tindak pidana di balik kematian putranya.

Dilansir TribunWow.com, kedua pengacara yang ditunjuk, Kamaruddin Simanjuntak dan Jason Panjaitan, telah datang ke Bareskrim Polri, Jakarta untuk mengajukan gugatan.

Sebagaimana ditayangkan dalam kanal YouTube KOMPASTV, Senin (18/7/2022), Kamaruddin memberikan keterangan.

Baca juga: Tak Percaya Brigadir J Lecehkan Istri Irjen Ferdy Sambo, Mantan Guru SMA: Anak Kebanggaan di Kelas

Ia mengatakan bahwa ada dugaan bahwa tewasnya Brigadir J merupakan hasil tindak pidana pembunuhan berencana.

Sesuai yang tercantum dalam pasal 340 KUHP, pelaku dapat dijatuhi hukuman kurungan paling lama sampai seumur hidup.

“Membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHP tindak pidana juncto pembunuhan sebagaimana dimaksud pasal 338 KUHP pidana, juncto penganiayaan yang menyebabkan matinya orang lain,” terang Kamaruddin.

Pihak keluarga juga melaporkan adanya dugaan pencurian terhadap barang pribadi Brigadir J, terutama ketiga ponsel yang dimiliki.

Pasalnya, keluarga sampai sekarang tak diberikan barang penting tersebut yang dikatakan hilang oleh pihak kepolisian.

“Kemudian dugaan pencurian atau penggelapan handphone sebagaimana dimaksud (pasal) 362 KUHP pidana juncto pasal 372 dan 374 KUHP pidana,” kata Kamaruddin.

Keluarga Gugat Kematian Brigadir J, Lapor Dugaan Pembunuhan Berencana, Pencurian hingga Penyadapan
Samuel Hutabarat, ayah mendiang Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J saat diwawancarai, Sabtu (16/7/2022). Samuel mengapresiasi tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan berharap kasus kematian putranya dapat terungkap. (Tangkapan Layar YouTube Tribun Jambi)

Terakhir, kuasa hukum juga melaporkan adanya dugaan peretasan terhadap lima ponsel keluarga inti Brigadir J yang sempat dialami setelah kejadian.

Selama beberapa hari, keluarga Brigadir J mengaku tak bisa mengakses aplikasi perpesanan di handphone miliknya.

Namun setelah bisa kembali menggunakan, beberapa pesan dilaporkan hilang atau dihapus.

“Kemudian dugaan tindak pidana meretas dan atau melakukan penyadapan, yaitu tindak pidana telekomunikasi.”

Adapun ketika ditanya pihak yang dilaporkan, Kamaruddin menerangkan bahwa tersangka belum ditetapkan atau masih dalam proses penyelidikan.


Artikel ini bersumber dari wow.tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan