Ukraina akan Dapat Pasokan Tank dari Negara Lain, Rusia Menyebutnya sebagai Provokasi

cnbc-indonesia.com – Amerika Serikat (AS) dan Jerman bersiap mengumumkan rencana pengiriman tank – tank berat ke Ukraina . Sokongan tersebut dipuji oleh Ukraina sebagai terobosan potensial. Sedangkan Rusia menyebut ini sebagai provokasi sembarangan.

Selama berbulan-bulan, Ukraina sudah meminta bantuan tank tempur yang akan membantu daya tembak, perlindungan, dan mobilitas untuk menerobos garis pertahanan Rusia .

“Ratusan tank untuk pasukan kami akan menjadi tinju demokrasi yang nyata,” kata Andriy Yermak, kepala pemerintahan Presiden Ukraina dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Reuters.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi, pengiriman ratusan tank M1 Abrams AS dan satu kompi yang terdiri dari 14 Leopard Jerman akan menandai titik balik dukungan barat untuk Ukraina . Keputusan Jerman akan membuka pintu bagi sekutu Eropa lainnya untuk mengirimkan Leopard juga.

Pekan lalu, sekutu menjanjikan bantuan militer baru senilai miliaran dolar tetapi berhenti mengirim tank . Beberapa politisi di Jerman khawatir provokasi Rusia meningkat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak sekutu barat untuk menyediakan tank tempur paling modern karena kebutuhannya lebih besar. Rusia mengatakan, pasokan persenjataan ofensif modern ke Ukraina dipandang sebagai kemenangan bagi negaranya.

Duta Besar Rusia di Washington, Anatoly Antonov megatakan, pengiriman tank tempur AS akan menjadi provokasi terang-terangan lainnya.

“Jelas bahwa AS sengaja mencoba untuk menimbulkan kekalahan strategis pada kami. Tank- tank Amerika akan dihancurkan oleh militer kita dengan cara yang sama seperti semua sampel peralatan NATO lainnya yang dihancurkan,” ucap Antonov.

Pejabat barat yang mendukung pengiriman tank mengabaikan ancaman Rusia sebagai gertakan, dengan alasan Rusia telah mengobarkan perang dan telah terhalang untuk menyerang NATO.

Hampir setahun invasi, ribuan warga sipil tewas, jutaan orang meninggalkan rumah, dan kota-kota hancur menjadi puing-puing. Serangan yang diklaim sebagai operasi militer khusus itu diperlukan untuk menghentikan ancaman keamanan yang timbul dari hubungan Ukraina dengan Barat.

Ukraina dan sekutu barat menyatakan tidak pernah mengancam Rusia dan invasi adalah perang agresi untuk menaklukkan negara tetangganya dan merebut wilayah.

Tahun lalu, Ukraina mengalahkan pasukan Rusia dan mengusir mereka dari wilayah yang diduduki. Tetapi, Rusia masih menempati sekira seperenam dari wilayah Ukraina yang telah dinyatakan sebagai bagian wilayahnya.

Zelensky menyatakan bahwa Rusia intensif menuju Bakhmut, kota di timur Ukraina tempat ribuan tentara tewas dalam invasi berbulan-bulan. Gubernur wilayah Donetsk Ukraina mengatakan bahwa unit milisi kontrak Wagner Rusia saat ini bergerak maju di wilayah Bakhmut.***

error: Content is protected !!