cnbc-indonesia.com – Pembangkit nuklir terbesar di Eropa, PLTN Zaporizhzhia , telah terhubung kembali ke jaringan listrik Ukraina, yang memungkinkan para insinyur untuk menutup reaktor operasional terakhirnya.

Langkah itu terpaksa dilakukan dalam upaya untuk menghindari bencana radiasi, di tengah panasnya dinamika peperangan di daerah tersebut.

Enam reaktor di PLTN Zaporizhzhia kehilangan sumber daya luarnya seminggu yang lalu, setelah semua saluran listriknya terputus sebagai akibat dari penembakan.

Pembangkit tersebut beroperasi dalam “island mode” selama beberapa hari, sehingga hanya menghasilkan listrik untuk sistem pendinginan penting dari satu -satunya reaktor operasional yang tersisa.

Operator nuklir Energoatom mengatakan salah satu saluran listrik itu dipulihkan “ke kapasitas operasionalnya” pada Sabtu (10/9/2022) malam. Ini memungkinkan untuk menjalankan langkah keselamatan pembangkit dan sistem lain pada listrik dari sistem daya Ukraina.

“Oleh karena itu, keputusan dibuat untuk menutup unit daya No. 6 dan mentransfernya ke bagian yang paling aman – penutupan dingin,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir New York Post pada Minggu (11/9/2022).

Energoatom mengatakan risikonya tetap tinggi sehingga daya luar dipotong lagi. Langkah tersebut mengakibatkan reaktor harus menyalakan generator diesel darurat, untuk menjaga reaktor tetap dingin dan mencegah bencana nuklir .

Kepala perusahaan mengatakan kepada Associated Press pada Kamis (8/9/2022) bahwa pembangkit hanya memiliki bahan bakar diesel selama 10 hari.

PLTN Zaporizhzhia, salah satu dari 10 pembangkit listrik atom terbesar di dunia, telah ditempati oleh pasukan Rusia sejak tahap awal perang.

Ukraina dan Rusia telah menyalahkan satu sama lain karena penembakan di sekitar pembangkit yang telah merusak saluran listrik yang menghubungkannya ke jaringan.

Energoatom memperbarui seruannya bagi pasukan Rusia untuk meninggalkan PLTN Zaporizhzhia dan memungkinkan penciptaan ” zona demiliterisasi ” di sekitarnya.

Badan Energi Atom Internasional, pengawas nuklir PBB yang memiliki dua ahli di pembangkit tersebut, tidak segera menanggapi permintaan komentar Minggu (11/9/2022).

Direkturnya telah menyerukan zona aman di sekitar PLTN Zaporizhzhia, untuk mencegah bencana.