cnbc-indonesia.com – Militer Ukraina mengklaim lebih dari 40 area permukiman yang ada di wilayah Kharkiv telah dibebaskan dari pasukan Rusia . Klaim itu disampaikan setelah pasukan Moskow bertahap mundur dari posisinya di Kharkiv, yang merupakan kota terbesar kedua di Ukraina.

“Kami bisa secara resmi mengumumkan pembebasan lebih dari 40 permukiman,” ucap wakil kepala administrasi militer wilayah Kharkiv, Roman Semenukha, kepada televisi-televisi Ukraina, seperti dilansir CNN, Senin (12/9/2022).

“Situasinya berubah dengan sangat cepat dan ada banyak, banyak lagi permukiman (yang dibebaskan) seperti itu,” sebutnya.

Semenukha mengatakan bahwa 40 area permukiman yang berhasil dibebaskan itu merujuk pada wilayah-wilayah yang situasinya kini terkendali sepenuhnya.

Disebutkan juga oleh Semenukha bahwa ada lebih banyak area di mana bendera Ukraina kembali dikibarkan, namun tidak disebutkan lebih spesifik.

“Situasinya positif secara dinamis. Dan memang situasinya terus berubah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Semenukha menilai salah untuk menyebut pasukan Rusia menarik diri begitu saja dari wilayah-wilayah yang sebelum diduduki.

“Ada pertempuran sengit di banyak area di garis depan dan semuanya sangat sulit. Jika kita berbicara soal komponen militer, maka Anda hanya harus bersabar,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Volodymyr Zelensky mengklaim pasukan Kiev telah merebut kembali 2.000 kilometer wilayah Ukraina sepanjang September ini. Dia juga menyebut tentara Rusia telah melarikan diri dari serangan balasan yang dilancarkan pasukan Ukraina beberapa waktu terakhir.

“Untuk saat ini, sejak awal September, sekitar 2.000 kilometer telah dibebaskan,” kata Zelensky dalam pidato pada Sabtu (10/9) malam, seperti dilansir AFP.

“Hari-hari terakhir ini, tentara Rusia telah menunjukkan kepada kita (sisi) terbaiknya – punggungnya,” tambah Zelensky.

“Bagaimanapun, itu adalah pilihan yang baik bagi mereka untuk melarikan diri,” katanya.