cnbc-indonesia.comPIKIRAN RAKYAT- Sepeninggal Ratu Elizabeth II pada 8 September 2022 lalu, membuat tahta kekuasaan diturunkan kepada anak tertuanya, Charles III.

Raja Charles III pada Sabtu 10 September 2022 menandatangani deklarasi yang secara resmi menjadikannya Raja Inggris yang baru.

Menandatangani deklarasi sebagai Raja Charles III penerus setelah Ratu Elizabeth II, banyak momen menarik dari ceremony yang terjadi.

Ada yang menarik perhatian publik dari proses tanda tangan deklarasi tersebut. Tinta itu pemberian anaknya, yakni Pangeran William dan Pangeran Harry .

Raja Charles III menggunakan tinta dari pot perak hadiah dari kedua puteranya, menandatangani peresmian dirinya sebagai pemimpin monarki.

Sabtu, 10 September 2022 menjadi momen bersejarah bagi Raja Charles III yang diproklamasikan sebagai raja baru Inggris oleh Dewan Aksesi.

Tak sendirian Raja Charles III didampingi Permaisuri Camilla , dan Pangeran William yang berganti gelar menjadi ‘ Prince of Wales ‘.

Selama pertemuan, yang disiarkan di televisi untuk pertama kalinya dalam sejarah, Charles harus menandatangani dua salinan deklarasi.

Dia melakukannya menggunakan pulpen dengan tinta hitam dari pot perak kecil. Camilla dan William juga menggunakan pot ketika mereka menandatangani dokumen, lapor surat kabar Mirror.

Momen menyentuh itu muncul setelah berbulan-bulan ketegangan antara Pangeran Harry dan ayah serta saudara lelakinya.

Dalam wawancara mengejutkannya dengan Oprah Winfrey, Harry menuduh Charles memotong pendapatannya secara finansial dan mengatakan William “terjebak”.

Penggunaan pot tinta selama upacara bersejarah itu dilihat sebagai bentuk dukungan oleh Pangeran Wales dan Duke of Sussex sekarang.

Koresponden kerajaan Rebecca English menulis di Twitter: “Pot tinta di atas meja tanda tangan pada Aksesi hari ini adalah hadiah dari Pangeran William dan Pangeran Harry .”

Tahta telah diberikan kepada mantan Pangeran Wales yang berusia 73 tahun setelah kematian ibunya, Ratu Elizabeth II, pada hari Kamis dan upacara hari Sabtu menandai deklarasi resmi dan pengambilan sumpahnya di Istana St. James di London.***