cnbc-indonesia.com – Festival Pertengahan Musim Gugur dirayakan pada hari ke-15 di bulan kedelapan dalam kalender lunar China. Ini merupakan kali pertama dua perayaan tersebut jatuh pada hari yang sama sejak China menetapkan 10 September sebagai Hari Guru pada 1985 lalu.

Mengingat masyarakat China memiliki rasa hormat yang sama untuk guru seperti yang mereka tunjukkan kepada keluarga, banyak di antara mereka memutuskan untuk merayakan Hari Guru dengan cara yang lebih meriah dari biasanya.

Rong Hui berencana menyiapkan makan malam keluarga untuk merayakan Festival Pertengahan Musim Gugur pada Sabtu (10/9) bersama ibu mertuanya, yang juga bekerja sebagai guru sebelum pensiun.

“Biasanya pada Hari Guru, saya berada bersama murid-murid saya di sekolah. Namun tahun ini, saya meyakini bahwa ini juga merupakan hari yang menyenangkan untuk reuni keluarga,” ujar Rong.

Guo Jiguang (60) berasal dari Provinsi Fujian, China timur, pernah bekerja sebagai guru. Dia juga merupakan seorang praktisi kerajinan “Kue Fumao”, bentuk warisan budaya tak benda dari Fujian.

Untuk merayakan dua festival tersebut, Guo merancang kue bulan khusus dengan empat karakter bahasa Mandarin, yang berarti “Mengingat guru Anda,” terukir pada permukaannya.

Dia telah membuat sekitar 60.000 kue bulan seperti itu, dan memutuskan untuk memberikannya kepada guru-guru lokal sebagai hadiah.

“Orang tua memberi kita kehidupan, sahabat memberi kita dukungan, dan guru memberi kita pengetahuan dan bimbingan. Mereka adalah orang-orang terpenting dalam kehidupan kita. Begitulah keyakinan saya,” tutur Guo.

Peng Jun (34), seorang guru di wilayah Wannian, Provinsi Jiangxi, China timur, mengadakan perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur lebih awal pada Kamis (8/9) bersama lebih dari 100 siswa yang orang tuanya sedang berada di luar kota sebagai pekerja migran. Mereka bernyanyi, menari, dan berbagi kebahagiaan dengan orang tua mereka lewat panggilan video.

“Guru-guru kami juga adalah sahabat dan keluarga kami. Mereka telah berupaya semaksimal mungkin untuk mendidik kami,” kata Huang Caihong, siswa sekolah menengah atas (SMA) yang orang tuanya tengah bekerja di provinsi tetangga Zhejiang di pesisir timur.

Peng telah menggelar perayaan semacam itu selama lebih dari 10 tahun. “Saya berharap para siswa dapat merasakan kehangatan keluarga di sekolah, dan juga memahami bahwa orang tua mereka tengah merantau, bekerja keras untuk keluarga dan masa depan anak-anak mereka,” kata Peng.

Data yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan China menunjukkan bahwa pada 2021, jumlah guru purnawaktu di China melampaui angka 18,4 juta..

Dalam satu dekade terakhir, lebih dari 4.500 guru di seluruh wilayah China telah menerima penghargaan di tingkat nasional atas profesionalisme dan dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.

“Bertemunya kedua festival itu pada hari yang sama merupakan peristiwa yang langka dan berharga, dan rasanya sangat indah ketika menyaksikan nilai-nilai tradisional China dirayakan dengan harmonis di bawah cahaya bulan purnama,” urai Wan Jianzhong, seorang profesor di Fakultas Bahasa dan Sastra Mandarin di Beijing Normal University.