cnbc-indonesia.com – Kematian Ratu Elizabeth II dinilai dapat membantu memulai rekonsiliasi antara Pangeran Harry dan istrinya yaitu Meghan Markle dengan seluruh keluarga Kerajaan Inggris, setelah dilaporkan terjadi keretakan dan mereka pindah ke Amerika Serikat.

Harry, yang melakukan kunjungan langka ke Inggris bersama Meghan ketika Ratu Elizabeth wafat pada Kamis (8/9/2022), bertemu kembali dengan kakaknya yakni Pangeran William dan istrinya Kate Middleton di Kastil Windsor pada Sabtu (10/9/2022).

Itu adalah penampilan publik pertama mereka berempat sejak Harry-Meghan pindah ke AS pada awal 2020.

Semua berpakaian hitam berkabung, bersama-sama melihat tumpukan bunga yang diletakkan publik lalu menyapa para rakyat yang berduka secara terpisah.

Kuartet Harry-Meghan dan William-Kate yang pernah dijuluki The Fab Four kemudian melangkah bersama di depan kamera, tampaknya menjadi tanda perbaikan hubungan.

Wartawan Kerajaan Inggris melaporkan, William yang sekarang menjadi ahli waris menawarkan cabang zaitun (simbol persatuan saat kehilangan besar) kepada Harry, yang semakin kritis terhadap keluarga sejak meninggalkan tugas utama kerajaan.

Dua hari sebelumnya ceritanya berbeda. Harry (37) yang tampak menangis tiba sendirian dengan kendaraan di perkebunan Balmoral tempat Ratu Elizabeth II meninggal .

Sebelumnya, William dan beberapa anggota keluarga dekat lainnya–bukan Kate–muncul bersama dalam satu mobil, tetapi juga datang terlambat untuk menemui ratu sebelum meninggal.

Pakar kerajaan Richard Fitzwilliams mengatakan, kedatangan terpisah pada hari Ratu Elizabeth II wafat menunjukkan kedua bersaudara itu tidak akur.

Menurutnya, Harry dan Meghan terlihat melakukan banyak kerusakan pada keluarga kerajaan dalam beberapa bulan terakhir dengan sikap yang menentang monarki.

“Untuk ke depannya, bola ada di tangan mereka dan itu tergantung bagaimana mereka ingin bermain,” tambah Fitzwilliams dikutip dari kantor berita AFP.

Hubungan William-Harry dulu dan kini

Dulu situasinya sangat berbeda daripada sekarang. Setelah Putri Diana tewas dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997, Harry dan William sebagai kedua anaknya membuat dunia iba dengan berjalan di belakang peti mati ibunya.

William saat itu berusia 15 tahun sementara Harry baru 12 tahun.

Saat beranjak dewasa mereka juga tampak masih dekat. Harry tidak terganggu oleh William yang menikahi Kate Middleton pada 2011 dan mulai berkeluarga.

Akan tetapi, hubungan keduanya memburuk setelah pernikahan Harry yang merupakan mantan kapten Angkatan Darat Inggris dengan Meghan–aktris televisi Amerika ras campuran–di Windsor pada 2018.

Dalam wawancara pada 2019 Harry mengatakan dalam sebuah wawancara, dia dan William sudah berbeda jalur. Setahun kemudian, Harry-Meghan secara tak terduga mengumumkan kepindahan mereka ke AS.

Berikutnya, wawancara eksplosif Harry-Meghan dengan Oprah Winfrey pada Maret 2021 diwarnai klaim Meghan secara terbuka yang menyebut Kate membuatnya menangis.

Klaim yang paling heboh adalah ada keluarga kerajaan yang tidak disebutkan namanya mempermasalahkan warna kulit anak keturunan Meghan.

William lalu bereaksi dengan memberitahu seorang jurnalis bahwa para anggota keluarga kerajaannya sama sekali tidak rasis.

Hubungan Harry-William tampak membeku ketika mereka dipertemukan kembali tahun lalu untuk membuka patung Putri Diana.

Mereka juga tidak bertemu saat perayaan Platinum Jubilee-nya Ratu Elizabeth II pada Juni.

Baru-baru ini, Meghan mengatakan kepada majalah The Cut dalam wawancara panjang bahwa dia sekarang merasa bebas menceritakan kisahnya sendiri, yang oleh beberapa orang dianggap sebagai ancaman terselubung terhadap Kerajaan Inggris.

Apakah William dan Harry bisa akur lagi?

Sejak kematian Ratu Elizabeth II ada tanda-tanda tentatif kemungkinan pelunakan hubungan William dan Harry.

Meskipun Harry mengeklaim kepada Oprah Winfrey bahwa William dan ayahnya terjebak dalam monarki, Charles tampak terbuka untuk berdamai dengan Harry dalam pidato pertamanya sebagai raja baru Inggris. Raja Charles III pun mengungkapkan cinta untuk Harry dan Meghan.

“Dia menawarkan cabang zaitun, tetapi dia menawarkannya dengan sangat hati-hati karena dia tahu mereka tidak dapat diprediksi,” ujar Fitzwilliams.

Ia menambagkan, Harry dan Meghan sebagai Duke dan Duchess of Sussex populer di kalangan anak muda, tetapi bisa saja mengambil risiko besar mengkritik monarki secara terbuka, terutama pada hari berkabung nasional dan setelahnya.

“Tidak ada keraguan bahwa pasangan Sussex akan menarik banyak perhatian sekarang,” lanjut Fitzwilliams.

Penampilan bersama pada Sabtu (10/9/2022) antara Harry-Meghan dengan William Kate, yang minggu ini menjadi Prince of Wales dan Princess of Wales setelah Charles naik takhta, mungkin menandai babak baru hubungan keluarga.

Akan tetapi, dengan rencana Harry merilis memoarnya yang kemungkinan kontroversial pada akhir tahun, segalanya dapat berjalan mundur lagi dengan mudah.

“Jelas mereka akan menghadiri pemakaman. Lebih dari itu, tidak diketahui. Jika dalam memoar Harry dia berhenti bersikap kritis, itu berbeda,” terang Fitzwilliams.

Berita video “Pangeran William Mengenang Kebijaksanaan Ratu Elizabeth II” dapat disimak di bawah ini.