Ramai Kasus Perundungan, Simak 4 Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua Jika Anaknya Menjadi Korban Bullying

Ramai Kasus Perundungan, Simak 4 Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua Jika Anaknya Menjadi Korban Bullying

cnbc-indonesia.comBullying merupakan sebuah masalah kompleks. Perkara bullying tak hanya menjadi tanggung jawab sekolah karena peran orangtua dibutuhkan untuk memberikan dukungan kepada anak yang menjadi korban perundungan.

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan orangtua apabila anaknya menjadi korban bullying .

Anak- anak perlu berbicara tentang pengalaman mereka dalam menghadapi bullying agar orangtua dapat bertindak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa anak – anak sering kali tidak melaporkan kejadian tersebut.

Sebuah studi menunjukkan hanya 53 persen anak – anak memberitahu guru mereka dan 67 persen memberitahu orangtua mereka bahwa mereka menjadi korban bullying .

Anak- anak melaporkan bahwa mereka tidak memberitahu karena respons orang dewasa seringkali tidak efektif, kurang sensitif, atau berlebihan. Mereka juga mengatakan bahwa mereka takut terlihat lemah, membuat situasi semakin buruk, dan dukungan orang dewasa dapat mengganggu rasa otonomi mereka.

Dalam satu studi, anak – anak menjelaskan alasan utama mereka tidak melaporkan perilaku bullying adalah karena mereka tidak ingin menjadi ‘pengadu kecil’ dan tidak diterima oleh teman sebaya mereka.

Temuan ini menunjukkan pentingnya memberikan waktu dan ruang bagi anak – anak untuk berbicara serta perlu dilengkapi dengan keterampilan yang tepat dalam menangani situasi tersebut.

Dengarkan anak Anda dengan saksama, tanyakan peran apa yang mereka inginkan Anda mainkan dalam menyelesaikan masalah. Jelaskan bahwa Anda akan menangani situasi tersebut dengan sensitif dan dengan tujuan melindungi mereka dari kerugian lebih lanjut.

Baca Juga: Cegah Bullying pada Anak, Kak Seto Ingatkan Peran Penting Orangtua dan Pendidikan Karakter

Meskipun sangat menyedihkan mendengar bahwa anak Anda telah menjadi korban bullying , penting untuk mengatasi perasaan tersebut sebelum bertindak sehingga Anda dapat tenang dalam menghadapi masalah tersebut.

Langkah pertama Anda harus menghubungi sekolah untuk melaporkan kasus bullying .

Tidak dianjurkan untuk menghubungi orangtua anak lain secara langsung. Hal ini dapat memperburuk situasi, merusak hubungan dengan orangtua anak lain, merampas kekuasaan anak Anda, dan orang lain mungkin tidak akan bertindak–sehingga masalah tidak terselesaikan.

Ketika Anda menghubungi sekolah, mintalah untuk melakukan investigasi atas masalah tersebut serta penentuan waktu untuk memberikan respons.

Baca Juga: Kasus Bullying di Sekolah Dipicu Minimnya Pemahaman Anak tentang Norma

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Anda terbuka untuk sudut pandang lain dan tidak mencari-cari siapa yang salah. Ini juga menunjukkan bahwa Anda mengharapkan hasil yang diharapkan.

Anak Anda juga dapat lebih terampil dengan mengajarkan keterampilan emosional dan interpersonal untuk membantu mereka menghadapi kekerasan.

Keterampilan ini termasuk regulasi diri, keterampilan sosial, dan pemecahan masalah. Ini dapat memungkinkan anak Anda tetap tenang dan tidak terlihat tertekan, untuk bersikap tegas ketika tepat, dan untuk mempertimbangkan cara kreatif dalam menyelesaikan situasi sulit.

Anda juga dapat mengajarkan respons yang aman, terlatih, dan direncanakan yang dapat digunakan anak Anda dalam kekerasan. Salah satu contoh dari ini adalah ‘kabut’. Ini adalah teknik ketika anak menyetujui atau tidak bahwa pengganggu mungkin benar atau salah tetapi tidak menjadi defensif dan kesal.

Misalnya, pengganggu mungkin mengatakan “kaus kamu jelek”. Respons kabut akan menjadi “mungkin kamu benar”. Dengan pendekatan ini, pengganggu tidak mendapatkan reaksi atas hinaan mereka dan oleh karena itu tidak memenuhi kebutuhan mereka akan perhatian dan kontrol.

Bantu anak Anda mengidentifikasi ruang yang aman, teman sebaya, dan orang dewasa yang dapat diandalkan untuk dukungan.

Mereka perlu memahami bahwa di tengah perilaku kekerasan, mereka memiliki orang-orang yang dapat mereka andalkan yang peduli pada mereka. Pengganggu mencoba untuk mengisolasi. Anak Anda perlu tahu bahwa mereka tidak sendirian, mereka dicintai, dan mereka didukung.***

error: Content is protected !!