cnbc-indonesia.com – Lembaga pendidikan kelas dunia Sampoerna Academy hadir dengan memberikan pendidikan terpadu dan terlengkap di Indonesia. Dengan kurikulum yang telah diakui secara internasional, Sampoerna Academy mempersiapkan generasi muda melalui pembelajaran dan pengembangan kompetensi abad 21.

School Director of Sampoerna Academy Mustafa Guvercin mengungkapkan, pendidikan merupakan investasi terbesar bagi siapa pun. Sehingga kurikulum dunia pendidikan menjadi bagian terpenting untuk mendukung investasi pengembangan diri tersebut.

“Apa yang kami lakukan adalah mencoba untuk mengembangkan siswa kami secara akademis, emosional, dan sosial. Di sisi lain, kita perlu mengembangkan pembentukan karakter mereka,” kata dia kepada CNBC Indonesia belum lama ini.

Dia menyebutkan untuk Sampoerna Academy menggunakan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) yang berfokus pada pengembangan 5C yaitu Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity, and Character.

“Kami menggunakan metodologi STEAM dengan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), di mana siswa akan belajar dengan langsung menerapkan,” ujar Mustafa.

Dalam hal ini, siswa akan mempelajari mata pelajaran interdisipliner. Artinya, siswa bisa langsung mempelajari masalah pada kehidupan sesungguhnya dan mengatasi masalah tersebut melalui keterampilan dan pengetahuan dari beberapa mata pelajaran.

Dengan pendekatan dan fokus tersebut, ujar dia, Sampoerna Academy memandu siswa untuk memiliki ketangguhan menghadapi tantangan masa depan serta menjadi individu yang berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan. Contohnya, mulai dari kelas 3 SD hingga menengah atas, setiap tahun semua murid diharuskan memilih dan membuat satu proyek interdisipliner yang kemudian dipresentasikan.

Melalui program ini, keterampilan 5C para murid akan terpetakan sehingga dapat dikembangkan secara terus menerus, hingga akhirnya para murid menjadi individu inovatif dan problem solver. Selain memperhatikan pencapaian akademis, Sampoerna Academy juga berfokus pada pengembangan karakter dan kepribadian siswa.

“Bersama para siswa, kami berupaya mengembangkan keterampilan tersebut selama 16 tahun. Di mulai dari usia dua tahun hingga kelas 12. Dalam hal itu, kami memiliki kurikulum yang ketat, di mana anak-anak berkembang secara akademis. Namun, mereka juga perlu mengembangkan keterampilan mereka agar menjadi warga negara yang produktif,” tegas Mustafa.

Demi mewujudkannya, Sampoerna Academy selalu berusaha menanamkan nilai nilai IGNITE (Integrity, Growth Mindset, Nobility, Innovation, Teamwork, and Excellence) pada setiap murid, sehingga di masa depannya mereka dapat menjadi calon pemimpin masa depan yang inovatif dan memiliki empati terhadap sesame, lingkungan, dan tentunya negara.

Di sisi lain, siswa di Sampoerna Academy juga mengikuti benchmark test, seperti IEYC, Cambridge primary checkpoint, secondary checkpoint, IGCSE, A level, IB diploma.

Seperti diketahui mengembangkan potensi siswa menjadi tujuan utama semua lembaga pendidikan. Adapun Sampoerna Academy berusaha agar pelajar mendapatkan pengetahuan akademis yang mendalam.

Hal ini sejalan dengan visi Sampoerna Academy yaitu menciptakan SDM untuk dapat menghadapi tantangan dunia berubah dengan cepat. Dengan visi tersebut, menurut Mustafa, Indonesia akan menjadi ujung tombak bagi ASEAN dan dunia.

Lebih lanjut, menciptakan SDM kelas dunia menjadi target Sampoerna Academy. Oleh karena itu, Sampoerna Academy menerapkan sistem pendidikan yang ketat dan konsep kurikulum kelas dunia.

“Kami menyadari bahwa para siswa kami adalah calon pemimpin Indonesia di masa depan. Maka dari itu, kami berkomitmen untuk menciptakan tenaga kerja dan pemimpin berkualitas untuk bangsa hebat ini,” tegas dia.