Olahraga untuk Menurunkan Gula Darah, Kapan Sebaiknya Dilakukan?

Olahraga untuk Menurunkan Gula Darah, Kapan Sebaiknya Dilakukan?

cnbc-indonesia.com – Olahraga adalah aktivitas fisik yang perlu dilakoni para penderita diabetes karena dapat membantu mengontrol dan menurunkan gula darah .

Saat Anda aktif secara fisik, sel-sel tubuh akan menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Itu berarti, sel dapat mengangkut glukosa untuk menjadikannya sebagai sumber energi.

Olahraga juga bermanfaat dalam menurunkan berat badan yang berguna menunjang kerja insulin, menurunkan kadar gula darah , serta mencegah masalah kronis lainnya.

Nah, untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk berolahraga serta jenis latihan yang bermanfaat dalam menurunkan gula darah, simak penjelasan berikut.

Kapan waktu terbaik untuk berolahraga agar gula darah cepat turun?

Beberapa orang mungkin tidak terlalu mempertimbangkan waktu untuk berolahraga. Padahal, waktu olahraga sangat berpengaruh dalam menurunkan gula darah.

Dilansir dari GoForward pada Kamis (9/3/2023), aktivitas fisik seperti olahraga menurunkan gula darah sewaktu dan memiliki efek positif pada sensitivitas insulin selama sekitar 24 jam setelahnya.

Jadi, berolahraga 30 menit setelah makan dapat menurunkan glukosa yang meningkat setelah Anda mengonsumsi makanan.

Pada orang sehat atau tanpa diabetes, kadar glukosa normal dua jam setelah makan adalah 140 mg/dl atau lebih rendah.

Sementara itu, untuk penderita diabetes, kadar glukosa sebaiknya di bawah 160 mg/dl, dua jam setelah makan.

Usahakan berolahraga atau melakukan aktivitas fisik 30 menit setelah makan agar gula darah cepat turun. Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui waktu terbaik untuk berolahraga berdasarkan kondisi tubuh.

Jenis olahraga untuk mengatasi lonjakan gula darah

Olahraga apa pun yang Anda lakoni dapat membantu mengatasi gula darah tinggi. Namun, ada 2 jenis olahraga yang secara optimal efektif dalam menurunkan gula darah, bahkan pada penderita diabetes.

Dua jenis workout tersebut adalah olahraga kardio dan latihan beban. Berikut penjelasannya.

  • Latihan kardio

Latihan kardio atau sering juga disebut sebagai aerobik mampu meningkatkan detak jantung, laju pernapasan, aliran darah, dan kadar oksigen di dalam darah.

Latihan kardiovaskular melibatkan seluruh kelompok otot besar dalam jangka waktu yang berkelanjutan.

Contoh latihan kardiovaskular untuk menurunkan gula darah yaitu:

  1. Jalan cepat
  2. Jogging
  3. Berenang
  4. Bersepeda
  5. Zumba

The Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan agar orang sehat dan penderita diabetes melakukan latihan kardio minimal 150 menit.

Waktu tersebut bisa dibagi menjadi 75 menit latihan kardio intensitas tinggi dan sisanya untuk tingkat sedang.

Untuk diketahui, perbedaan antara olahraga intensitas sedang dan intensitas tinggi adalah seberapa tinggi detak jantung Anda saat berolahraga. Hal ini didasarkan pada detak jantung maksimum atau MHR Anda.

Anda dapat mengetahui detak jantung maksimum dengan rumus 220 dikurangi usia Anda. Jadi, jika Anda berusia 50 tahun, detak jantung maksimal Anda adalah 170.

Untuk latihan intensitas sedang, detak jantung harus berada antara 64-76 persen dari MHR Anda. Sementara, untuk intensitas tinggi, detak jantung sebaiknya sekitar 77-93 persen dari MHR.

Namun, Anda tidak perlu mengukur detak jantung untuk menentukan apakah Anda harus berolahraga dengan intensitas sedang atau tinggi. Anda dapat mengecek MHR dengan mencoba berbicara atau menyanyi sambil olahraga.

Jika dapat berbicara saat berolahraga, tetapi tidak dapat bernyanyi lebih dari beberapa kata tanpa berhenti bernapas, itu berartiAnda sedang berlatih dengan intensitas sedang.

Sementara, apabila tidak dapat berbicara lebih dari beberapa kata tanpa berhenti sejenak, itu artinya Anda sedang bekerja dengan intensitas tinggi.

  • Latihan beban

Latihan beban atau latihan kekuatan melibatkan seluruh kekuatan otot. Untuk kesehatan yang optimal, CDC merekomendasikan latihan beban sebanyak 2 kali per minggu sebagai tambahan dari aktivitas kardio intensitas sedang.

Penelitian menunjukkan bahwa latihan ketahanan membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2 dengan meningkatkan massa otot, menurunkan indeks massa tubuh (BMI), meningkatkan sensitivitas insulin, dan meningkatkan transpor glukosa.

Jenis latihan beban yang berguna untuk menurunkan gula darah yaitu:

  1. Latihan tangan menggunakan mesin bebaan atau dumbel saat di arena gym atau menggunakan barbel di rumah
  2. Latihan lantai, seperti push-up, sit-up, lunges, squat, dan plank. Lakukan latihan ini sebanyak yang Anda mampu dengan 3 set latihan dan istirahat 1-2 menit.

Setelah mengetahui kapan waktu terbaik untuk berolahraga serta jenis latihan yang bermanfaat dalam menurunkan gula darah, kita sebaiknya segera memulai olahraga agar terhindar dari diabetes, hiperglikemia, dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Jenis mobil apakah yang menggunakan dua mesin penggerak dengan bensin dan motor listrik?

Dapatkan total hadiah Rp 5.000.000,- untuk 10 orang beruntung dengan mengikuti kuis otomotif berikut ini!

Berikut ini yang merupakan kelebihan dari kendaraan listrik, kecuali?

Apa nama bahan bakar dari pertamina ber-oktan 92?

Pada tahun berapakah Robert Anderson mengembangkan mobil roda tiga menggunakan baterai listrik?

Apakah kepanjangan EV yang biasa digunakan dalam mobil listrik?

E-mail

Isi data dirimu untuk keperluan pendataan dan pengiriman hadiah ya

No. Handphone

Nama Lengkap

Provinsi Domisili

Kota/Kabupaten Domisili

Tahun Lahir

Apakah Anda sudah terlindungi dengan Asuransi?

Jenis perlindungan apa yang Anda butuhkan?

Terima kasih atas partisipasinya!

Silahkan login dengan KG Media ID untuk melanjutkan survey

error: Content is protected !!