cnbc-indonesia.com – Meski memiliki beberapa sifat yang serupa, sosiopat dan narsisis adalah dua gangguan yang berbeda.

Mike Gallagher, konselor klinis profesional di Shoreline Recovery Center di Encinitas, California mengatakan karakter yang ditunjukkan oleh kedua gangguan tersebut sangat mirip.

“Sosiopat terkadang menunjukkan karakteristik yang mirip dengan narsisis , dan narsisis mungkin menunjukkan perilaku yang mirip dengan sosiopat ,” kata Mike, dilansir Pikiran-rakyat.com dari The Healthy.

Gangguan personalis narsistik ditandai dengan kebesaran, kebutuhan akan kekaguman, hak, dan kurangnya empati.

Sementara, gangguan kepribadian antisosial atau sosiopat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memiliki pola jangka panjang dalam memanipulasi atau mengeksploitasi orang lain tanpa penyesalan.

Berikut tiga karakteristik yang bisa membantu Anda untuk membedakannya, namun disarankan untuk menggunakan bantuan profesional jika ingin berurusan dengan orang yang memiliki ganguan seperti ini.

1. Motivasi

Perbedaan utama antara gangguan kepribadian narsistik dan gangguan kepribadian antisosial atau sosiopat adalah apa yang mendorong perilaku mereka untuk melakukan sesuatu hal.

Tindakan seorang narsisis biasanya karena obsesi diri, sementara sosiopat tidak didorong oleh validasi eksternal dan kemegahan, melainkan didorong oleh eksploitasi dan pelanggaran orang lain.

Seorang psikolog bahkan mengatakan narsisis membutuhkan validasi eksternal tentang superioritas dan spesialisasi, sedangkan sosiopat tidak membutuhkan validasi.

Sosiopat melakukan sesuatu untuk kesenangan dirinya dan tidak memerlukan orang lain untuk mengetahuinya. Namun, narsisis ingin mengesankan orang lain dan mendapatkan status lebih tinggi.

2. Impulsivitas

Narsisme biasanya tidak dikaitkan dengan impulsivitas, tetapi gangguan sosipat yang menjadikan seorang sosiopat menjadi penjahat.

Sosiopat bertindak tanpa pemikiran atau perencanaan sebelumnya, hal ini yang membuat mereka tertangkap.

Namun, bukan berarti seorang narsisis tidak memungkinkan untuk melakukan kejahatan. Mereka hanya akan melakukannya dengan cara yang berbeda yaitu fokus pada penampilan yang baik dan memikirkan cara untuk melakukan kejahatan.

Mereka melakukan persiapan agar tidak tertangkap, dan mereka akan lebih banyak energi untuk beroperasi di daerah abi-abu.

3. Takut

Sosiopat dan orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial tidak merasa takut seperti yang dilakukan orang-orang pada umumnya.

Bagian-bagian otak yang membantu untuk menghindari situasi bahaya tidak menyala pada sosiopat , jadi mereka terlihat sangat berani.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience menunjukkan bahwa psikopat telah mengurangi hubungan antara korteks prefrontal, bagian otak yang bertanggung jawab atas empati dan rasa bersalah, dan amigdala, bagian yang memediasi rasa takut dan kecemasan.

Sementara, narsisis mungkin saja merasa takut dengan dunia sekitar.

Seorang narsisis tidak akan melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi mereka, namun mereka akan berusaha keras untuk menjatuhkan orang lain untuk merasa lebih baik.***