5 Makanan Penyebab Trigliserida Tinggi yang Perlu Diwaspadai

5 Makanan Penyebab Trigliserida Tinggi yang Perlu Diwaspadai

cnbc-indonesia.com – Trigliserida tinggi adalah kondisi yang tak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan.

Melansir Mayo Clinic, trigliserida tinggi dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah arteri atau penebalan dinding arteri (arteriosklerosis).

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung.

Trigliserida yang sangat tinggi juga dapat menyebabkan radang pankreas akut (pankreatitis).

Makanan penyebab trigliserida tinggi

Trigliserida adalah sejenis lemak (lipid) yang ditemukan dalam darah.

Trigliserida dipergunakan untuk memenuhi energi jangka pendek.

Saat trigliserida dibutuhkan, hormon akan mengatur pelepasan trigliserida sehingga dapat digunakan untuk energi.

Merangkum Very Well Health, tingkat kadar trigliserida dalam darah sangat bergantung pada jenis dan jumlah banyak makanan yang dikonsumsi.

Berikut ini adalah beberapa makanan penyebab trigliserida tinggi yang penting dikenali:

1. Gula

Jenis gula sederhana seperti fruktosa adalah sumber umum peningkatan trigliserida dalam darah.

Sangat mudah bagi kita untuk dapat makan terlalu banyak fruktosa karena jenis gula ini tampaknya melewati sinyal kenyang tubuh.

Hal itu dapat menyebabkan penambahan berat badan dan perkembangan resistensi insulin (yang dapat menyebabkan gula darah meningkat dan merupakan faktor risiko yang berkontribusi untuk diabetes tipe 2).

Fruktosa dapat ditemukan dalam gula meja.

Fruktosa juga dapat ditemukan di berbagai pemanis seperti sirup jagung fruktosa tinggi dan sirup agave.

Apabila suatu produk mencantumkan tambahan gula sebagai salah satu bahan utamanya, biasanya produk tersebut mengandung fruktosa yang tinggi.

Selain itu, fruktosa sebenarnya bisa ditemukan secara alami dalam buah-buahan.

Namun, buah bisa menjadi pilihan makanan sehat karena di sisi lain mengandung vitamin, mineral, serat, dan air.

Meski begitu, jika Anda terlanjur memiliki trigliserida tinggi, Anda mungkin perlu membatasi konsumsi buah tidak lebih dari dua porsi per hari.

Tanyakan kepada dokter atau ahli gizi Anda jika Anda memiliki pertanyaan tentang pilihan buah mana yang terbaik.

2. Makanan sumber lemak jenuh dan lemak trans

Lemak jenuh adalah molekul lemak sederhana yang tidak memiliki ikatan rangkap antara molekul karbon karena adanya molekul hidrogen yang membuatnya jenuh.

Biasanya, lemak jenuh berbentuk padat pada suhu kamar.

Lemak jenuh sering kali disebut dengan lemak jahat karena efeknya yang sangat buruk bagi kesehatan.

Lemak ini di antaranya dapat ditemukan dalam:

  • Makanan yang digoreng
  • Daging merah
  • Kulit ayam
  • Kuning telur
  • Susu tinggi lemak
  • Mentega, lemak babi, mentega, margarin, dan makanan cepat saji

Selain makanan yang mengandung lemak jenuh, kita juga disarankan untuk dapat membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak trans.

Lemak trans adalah jenis lemak jahat lainnya.

Lemak trans merupakan lemak terhidrogenasi yang banyak terkandung dalam makanan kemasan.

Makanan ini perlu diwaspadai juga karena dapat menjadi makanan penyebab trigliserida tinggi .

3. Biji-bijian olahan atau makanan bertepung

Biji-bijian olahan tinggi (refined grain) adalah biji-bijian yang hanya menyisakan endosperma dalam 1 biji utuh.

Biji-bijian ini telah kehilangan komponen lain seperti bran (kulit luar) dan germ (inti biji) karena proses penggilingan yang biasanya ditujukan untuk memperpanjang masa simpan produk.

Biji-bijian olahan dapat menambahkan asupan gula yang bisa meningkatkan trigliserida.

Beberapa contoh makanan yang termasuk biji-bijian olahan, yakni:

  • Beras putih
  • Tepung terigu
  • Olahan tepung Terigu (pasta, roti, kue kering)

Sebagai gantinya, pilihlah makanan dengan 100 persen biji-bijian, beras merah, beras hitam,
quinoa, dan oat.

4. Alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan menyebabkan hati meningkatkan produksi trigliserida.

5. Makanan tinggi kalori

Kelebihan kalori dapat meningkatkan kadar trigliserida.

Seperti diketahui, tubuh akan mengubah kalori ekstra menjadi trigliserida dan menyimpannya dalam sel lemak.

Jadi, perhatikan kalori yang Anda konsumsi dan cobalah untuk menghindari makan lebih banyak kalori daripada yang bisa Anda bakar melalui aktivitas fisik.