cnbc-indonesia.com – Holidu, mesin pencari perjalanan yang berbasis di Jerman, merilis indeks perjalanan generasi 2022. Indeks ini berisi analisa kota-kota di seluruh dunia berdasarkan faktor-faktor penting bagi generasi baby boomer.

Penelitian menunjukkan bahwa, ketika bepergian, baby boomer atau orang yang lahir dari tahun 1946 hingga 1964 menghabiskan lebih banyak uang untuk makanan daripada generasi lain dan nilai menjelajahi alam lebih dari apa pun.

Indeks Holidu mengukur faktor-faktor penting untuk baby boomer, yang mencakup lanskap yang berbeda, ruang hijau, dan restoran berdasarkan Michelin Guide.

Urutan pertama kota terbaik untuk pelancong baby boomer ternyata tetangga RI, Singapura, Singapura. Ibu kota Singapura ini menempati peringkat terbaik untuk baby boomer berkat jumlah ruang hijaunya.

Menurut Holidu, pada tahun 2020, 46,5% lahan kota tertutup ruang hijau, menjadikannya salah satu kota terhijau di dunia. Singapura juga merupakan rumah bagi 249 restoran Michelin Guide, dengan 52 diantaranya memiliki setidaknya satu bintang dan tiga lainnya memiliki setidaknya tiga bintang.

Berikut 5 kota teratas untuk pelancong baby boomer.

– Singapura, Singapura

– Kyoto, Jepang

– Bern, Swiss

– Stockholm, Swedia

– Tokyo, Jepang

Di tempat kedua adalah kota Asia lainnya, Kyoto, Jepang. Kyoto memiliki peringkat ruang hijau tertinggi dan situs Warisan Dunia UNESCO. Ini juga merupakan rumah bagi 207 restoran Michelin Guide.

Ibu kota Swiss, Bern, berada di posisi ketiga. Baby boomer suka berada di luar ruangan dan pusat bersejarah Bern, dengan 100 fitur air untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, menjadikannya tempat yang sempurna untuk generasi ini. Bern juga mendapat skor tertinggi untuk ruang hijau dan tamannya.