cnbc-indonesia.comJakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Eropa di sesi awal bergerak beragam pada perdagangan Rabu (31/8/2022), terbebani oleh pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) yang melemah selama tiga hari beruntun dan melemahnya bursa saham Asia Pasifik.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi naik 0,36% ke 421,34, di mana saham teknologi melesat 1,7% dan menjadi pemimpin kenaikan sektor. Sementara, mayoritas saham berada di zona positif. Hal serupa terjadi pada indeks DAX Jerman menguat 0,4% ke 13.012,01.

Namun, indeks CAC Prancis terkoreksi 0,08% ke posisi 6.202,24 dan Indeks FTSE juga tergelincir 0,03% ke 7.359,11.

Kegelisahan pasar meningkat setelah komentar yang hawkish dari Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell yang digaungkan pada Jumat (26/8) pekan lalu. Ditambah, pernyataan pejabat The Fed yang kian mendukung keagresifan mereka di pertemuan selanjutnya.

Pada Selasa (30/8), Presiden Fed New York John Williams menyerukan kembali kebijakan moneter yang ketat untuk memperlambat inflasi yang masih berada dekat dengan rekor tertingginya sejak 40 tahun.

Sementara itu, bursa saham di Asia Pasifik terkoreksi hari ini, setelah bursa saham AS berada di zona merah dan terkoreksi cukup dalam. Selain itu, rilis data ekonomi China yang mengecewakan kembali menekan laju bursa saham Asia, di mana data aktivitas pabrik mengalami kontraksi.

Purchasing Managers’ Index (PMI) per Agustus 2022 di China berada di 49,4 dan menjadi kontraksi selama dua bulan beruntun.

PMI yang berada di bawah 50 mencerminkan adanya kontraksi pada aktivitas bisnis, sementara di atas 50 menandakan ekspansi.

TIM RISET CNBC INDONESIA