Bandung: Warga Kota Bandung menilai kebijakan ekonomi yang dicetuskan oleh Wali Kota Yana Mulyana belum berpihak kepada masyarakat. Yana dinilai belum mampu mengendalikan permasalahan ekonomi yang terjadi hingga kini menjelang satu tahun sisa masa jabatan sebagai walikota.
 
Berdasarkan survei yang dirilis oleh Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC), menujukan 24,2 persen warga Bandung belum puas dengan kebijakan yang diambil Yana terkait permasalahan dalam bidang ekonomi. Pasalnya, harga kebutuhan pokok di Kota Bandung hingga kini terus mengalami kenaikan.
 
“Masyarakat tidak puas dalam hal ekonomi, di mana survei menunjukkan bahwa 24,2 persen menilai bahwa dalam kepemimpinan Yana harga kebutuhan pokok masih mahal,” ujar Direktur Eksekutif IPRC Firman Manan di Gelanggang Generasi Muda (GGM), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin, 29 Agustus 2022.
 

Kinerja Yana tersebut menjadi cacatan negatif dalam melanjutkan kepemimpinan dari Wali Kota Oded M Danial yang meninggal pada Desember 2021 silam. Terlebih Yana hanya memiliki waktu hingga September 2023 untuk memperbaiki kekurangan yang kini dilai negatif dan guna mengambil hati warga jika ingin maju pada Pilwakot Bandung 2024 mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Yana Mulyana dan Pemerintah Kota Bandung harus memberikan perhatian khusus terhadap penanganan permasalahan di bidang perekonomian dalam pengelolaan pemerintahan Kota Bandung ke depan,” sahut Firman.
 
Beberapa program yang dicetuskan oleh Yana saat ini, justru belum terlihat tingkat keberhasilannya. Salah satunya terkait dengan penanganan pedagang kaki lima (PKL) serta tak optimalnya memanfaatkan sarana yang telah diwariskan wali kota sebelumnya Ridwan Kamil seperti Teras Cihampelas yang bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi melalui sektor wisata.
 
“Warga memberikan catatan terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung di bidang perekonomian. Sebagian besar warga menilai belum ada perubahan positif dalam kinerja Pemerintah Kota Bandung di bidang perekonomian,” pungkasnya.
 
Sementara itu, sampel dalam survei ini sebanyak 1.002 orang dengan metode penarikan sampel melalui multistage random sampling, dengan margin of error rata-rata sebesar ± 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen yang dilakukan pada tanggal 20 sampai dengan 30 Juli 2022.
 

(WHS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.