Banten: Ratusan ulama dan santri yang tergabung dalam Forum Aliansi Santri Banten menggeruduk kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Ciracas, Serang, Banten. Mereka menuntut Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa untuk mundur dari jabatannya karena telah menghina kiai lewat pernyataan ‘kiai amplop’.
 
Koordinator Aksi, Aris Munandar mengatakan ada beberapa tuntutan yang dibawa oleh aksi pada hari ini. Antara lain, menuntut Suharso untuk segera diadili karena telah mendistorsi marwah kiai dan pesantren, kemudian menuntut Suharso dijerat UU ITE karena mengujarkan kebencian.
 
“Kami juga minta Suharso untuk memohon maaf kepada seluruh kiai di nusantara. Serta meminta Pak Presiden untuk mempertimbangkan posisi Suharso di kabinetnya yang menjabat sebagai Menteri Bappenas,” ujar Aris Munandar, di lokasi, Senin, 299 Agustus 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aris mengungkapkan, selain melakukan aksi Forum Aliansi Santri Banten juga melaporkan Suharso ke Polda. Dia pun berjanji akan tetap menjadi garda terdepan untuk menjaga marwah kiai dan pesantren.
 
Baca: Polemik ‘Amplop Kiai’, 3 Majelis PPP Minta Suharso Mundur
 
“Kami akan tetap menjadi garda depan untuk menjaga marwah kiai dan pesantren khususnya wilayah Banten. Selanjutnya, kami juga akan melaporkan Suharso ke Polda Banten,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua DPW PPP Banten Subadri Ushuludin menyebut akan segera menyampaikan aspirasi dari para massa aksi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Karena menurutnya PPP tidak bisa terlepas dari para alim ulama.
 
“Kami tadi sudah menerima aspirasi dari Forum Aliansi Santri Banten. Karena ini amanah, jadi kami wajib menyampaikannya ke DPP agar ketua umum pun tahu,” kata Subadri.
Banten: Ratusan ulama dan santri yang tergabung dalam Forum Aliansi Santri Banten menggeruduk kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Ciracas, Serang, Banten. Mereka menuntut Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa untuk mundur dari jabatannya karena telah menghina kiai lewat pernyataan ‘kiai amplop’.
 
Koordinator Aksi, Aris Munandar mengatakan ada beberapa tuntutan yang dibawa oleh aksi pada hari ini. Antara lain, menuntut Suharso untuk segera diadili karena telah mendistorsi marwah kiai dan pesantren, kemudian menuntut Suharso dijerat UU ITE karena mengujarkan kebencian.
 
“Kami juga minta Suharso untuk memohon maaf kepada seluruh kiai di nusantara. Serta meminta Pak Presiden untuk mempertimbangkan posisi Suharso di kabinetnya yang menjabat sebagai Menteri Bappenas,” ujar Aris Munandar, di lokasi, Senin, 299 Agustus 2022. 
 
Aris mengungkapkan, selain melakukan aksi Forum Aliansi Santri Banten juga melaporkan Suharso ke Polda. Dia pun berjanji akan tetap menjadi garda terdepan untuk menjaga marwah kiai dan pesantren.
 
“Kami akan tetap menjadi garda depan untuk menjaga marwah kiai dan pesantren khususnya wilayah Banten. Selanjutnya, kami juga akan melaporkan Suharso ke Polda Banten,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua DPW PPP Banten Subadri Ushuludin menyebut akan segera menyampaikan aspirasi dari para massa aksi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Karena menurutnya PPP tidak bisa terlepas dari para alim ulama.
 
“Kami tadi sudah menerima aspirasi dari Forum Aliansi Santri Banten. Karena ini amanah, jadi kami wajib menyampaikannya ke DPP agar ketua umum pun tahu,” kata Subadri.
 

(ALB)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.