Jakarta: PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat penjualan lebih dari 90 persen proyek Bukit Podomoro Jakarta pada tahap pertama selama delapan bulan sejak diperkenalkan pada akhir 2021. Tingginya minat terhadap Bukit Podomoro Jakarta ini dinilai menjadi sinyal menguatnya investasi di sektor properti.
 
Presiden Direktur Era Indonesia Darmadi Dharmawangsa mengatakan industri properti saat ini memasuki fase blooming yang ditandai dengan meningkatnya permintaan, sementara pasokan dan harga relatif stagnan. Menurutnya, fase ini merupakan fase yang paling tepat untuk berinvestasi properti.
 
“Di situasi-situasi menantang seperti ini, investasi properti memang menjadi opsi terbaik bagi masyarakat. Karena nilai properti cenderung terlindungi dari inflasi, berbeda dengan investasi pada instrumen keuangan memiliki kerentanan yang cukup tinggi,” kata dia dalam diskusi di Jakarta, Senin, 29 Agustus 2022.






Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, momen untuk membeli properti ini juga ditopang oleh sejumlah insentif dan relaksasi dari pemerintah terhadap industri properti. Misalnya kebijakan uang muka atau down payment (DP) nol persen, dan diskon Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
 
“Maka tidak heran, investasi properti kini memang tengah diburu masyarakat, dan saat ini memang waktu yang terbaik untuk membeli properti. Unit baru Bukit Podomoro Jakarta juga bisa menjadi pilihan investasi properti yang tepat,” jelas Darmadi.

Jika dibandingkan wilayah Jakarta lainnya, harga tanah di Jakarta Timur merupakan yang paling rendah namun memiliki pertumbuhan paling tinggi dalam lima tahun terakhir. Selain itu, pengembangan Jakarta Timur yang cukup masif mulai dari aksesibilitas transportasi, maupun sebagai pusat ekonomi baru.
 
Untuk itu, APLN meluncurkan tipe Luxury, yang merupakan tipe paling mewah dan super premium. Peluncuran produk baru di tengah situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, menunjukkan kejelian APLN dalam menyasar kebutuhan prioritas konsumen kelas menengah keatas.
 
Marketing Director PT Agung Podomoro Land Tbk. Agung Wirajaya menjelaskan pihaknya terus agresif melakukan pembangunan produk properti meski dalam situasi yang sangat dinamis. Selain itu, peluncuran ini merupakan komitmen untuk kembali menggairahkan ekonomi nasional.
 
“Sebagai bagian dari pelaku industri di sektor properti tanah air, Agung Podomoro Land memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif menggerakkan sektor strategis salah satunya properti. Pengembangan kawasan Bukit Podomoro Jakarta di Jakarta Timur jadi contoh yang sangat baik,” ujar dia.
 
Agung mengatakan peluncuran dan pemasaran unit baru Bukit Podomoro Jakarta merupakan inisiatif  perusahaan untuk terus berinovasi dan berkontribusi terhadap percepatan pemulihan ekonomi nasional. Apalagi industri properti memiliki efek berganda terhadap 175 industri turunannya. 
 
“Peluncuran unit baru di Bukit Podomoro Jakarta akan membuka lapangan pekerjaan yang besar karena proyek-proyek properti memang padat karya, sekaligus padat modal karena proyek properti membutuhkan pembiayaan termasuk juga dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari masyarakat,” kata Agung.
 
Chief Marketing Officer Bukit Podomoro Jakarta Zaldy Wihardja menyebut, Bukit Podomoro Jakarta memenuhi kriteria sebagai target aset investasi properti yang bernilai tinggi karena terletak di lokasi yang strategis dan dilengkapi fasilitas yang premium. Lebih dari 50 persen penghuninya merupakan end user dan menggunakan fasilitas KPR. 
 
“Ini fenomena menarik, artinya konsumen sangat cerdas untuk memanfaatkan bunga rendah bank saat ini untuk mendapatkan benefit lebih tinggi di masa depan. Beli properti lebih cepat dan potensi untung lebih kuat,” pungkas dia.
 

(KIE)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.