Islamabad: Kelompok Taliban menuduh Pakistan membiarkan pesawat nirawak (drone) milik Amerika Serikat (AS) terbang bebas menuju ruang udara Afghanistan. Pakistan membantah keras tuduhan tersebut.
 
Tuduhan dilayangkan Pelaksana tugas menteri pertahanan Afghanistan bentukan kelompok Taliban, Mullah Mohammad Yaqoob.
 
Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto-Zardari mengaku telah memeriksa terkait tuduhan tersebut, dan menerima informasi bahwa ruang udara negaranya tidak digunakan oleh drone AS.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bhutto-Zardari mengaku akan memeriksa kembali ruang udara Pakistan setelah tuduhan terbaru dari Taliban pada Minggu kemarin. Namun menurutnya, hasil pemeriksaan akan berakhir sama.
 
“Saya rasa ini bukan waktu tepat untuk berdebat dengan pihak lain atas tuduhan. Terus terang, saya sedang memfokuskan perhatian untuk bantuan bencana banjir,” ucapnya, merujuk pada bencana banjir di Pakistan yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
 
Mengenai tuduhan Taliban terkait drone AS, Kementerian Luar Negeri Pakistan telah mengungkapkan “keprihatinan mendalam.”
 
“Dengan kurangnya bukti, seperti apa yang diakui oleh menteri Afghanistan sendiri, tuduhan seperti itu sangat disesalkan dan bertentangan dengan norma-norma perilaku diplomatik yang bertanggung jawab,” ujar Kemenlu Pakistan.
 
Baca:  Taliban Tuduh Pakistan Biarkan Drone AS Terbang ke Afghanistan
 
Menlu AS Antony Blinken telah mengatakan bahwa Taliban “telah melanggar” perjanjian tahun 2020 dengan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan dengan menampung dan melindungi pemimpin al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri.
 
Taliban mengaku sedang menyelidiki serangan udara AS pada Juli lalu yang menewaskan al-Zawahiri. Namun menurut mereka, jasad al-Zawahiri belum dapat ditemukan hingga saat ini.
 
Komentar Yaqoob dapat memperburuk ketegangan antar Afghanistan dan Pakistan. Ketegangan ini terjadi di saat Taliban sedang memediasi dialog antar Pemerintah Pakistan dan Taliban Pakistan, atau dikenal dengan akronim TTP.
 
Afghanistan selama ini dikenal menggantungkan sektor perdagangannya dengan Pakistan. Hubungan dengan Pakistan dinilai penting, terlebih di tengah krisis ekonomi saat ini. (Gracia Anggellica)
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.