cnbc-indonesia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa pasar modal Tanah Air tahan banting di tengah gempuran gejolak ekonomi global. Hal ini tercermin dari masih mengalirnya aliran dana yang masuk ke sektor ini.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Kuangan (OJK) Mahendra Siregar mengungkapkan, arus dana masuk atau capital inflow di sektor pasar modal dapat terjaga. Bahkan per 30 Agustus kemarin mencapai Rp 66 triliun.

“Pasar modal tadi juga sempat disinggung Menteri Keuangan, arus dana masuk tetap terjaga dan meningkat per kemarin Rp 66 triliun lebih meski SBN terjadi outflow,” ujarnya dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI Jakarta, rabu (31/8/2022).

Mahendra mengungkapkan, terjaganya stabilitas pasar modal Tanah Air juga karena meningkatnya porsi investor domestik. Bahkan, saat ini investor domestik lebih mendominasi dibandingkan kepemilikan asing.

“Menariknya, porsi investor lokal terjaga baik. Ini positif yang bisa memitigasi dampak global karena kepemilikan investor nasional jadi mayoritas. 9,45 juta investor saat ini,” imbuhnya.

Mahendra menambahkan, bahkan mayoritas investor domestik saat ini lebih banyak yang berusia milenial. Hal itu mencerminkan, investasi pasar modal mulai diminati oleh masyarakat, khususnya anak muda.

“Mayoritas usia milenial sehingga menunjukan para investor milenial baru semakin minat berinvestasi di pasar modal,” pungkas Mahendra.