Jakarta: Band Peterpan yang sekarang dikenal sebagai NOAH kini kembali merilis video musik terbaru mereka. NOAH yang beranggotakan Ariel, Lukman, dan David siap memanjakan penggemar dengan konsep yang baru. Pada Senin ini, 29 Agustus 2022, NOAH merilis video musik “Kota Mati.”
 
Video musik “Kota Mati” sendiri merupakan prekuel dari musik video “Tak Ada Yang Abadi” yang rilis pada 2008. Alasan terpilihnya “Kota Mati” menjadi salah satu video musik prequel dari “Tak Ada Yang Abadi” dikarenakan salah satu favorit musik video dari Upie Guava.
 
“Kenapa sih dia mau bikin prekuel dari ‘Tak Ada yang Abadi,’ karena salah satu video klip favorit Upie,” jelas Ladya Cheryl selaku talent dari video klip NOAH.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam perilisannya, NOAH menggunakan teknologi terbaru, tentunya proses video musik ini akan berbeda dari yang sebelumnya. Upie Guava selaku director membeberkan bahwa NOAH kali ini menggunakan beberapa teknologi yang berbeda dari sebelumnya.
 
“Gue merasa bahwa menarik kalo misalnya kota mati ini kita kaitkan dengan prequel dari video klip tak ada yang abadi. Apa sih yang membuat Ladya Cheryl disitu membunuh banyak orang, bagaimana cara dia membunuh, apa alasan dia dan lain lain dan ternyata saat dikaitkan dengan Kota Mati, wah nyambung banget nih akhirnya ya udah, bulet,” jelas Upie.
 
Upie Guava menyebutkan teknologi yang digunakan diantaranya adalah XR virtual production, mesh tracking, dan deep fake. Mengusung tema prekuel dari “Tak Ada Yang Abadi,” mengharuskan adanya penggunaan teknologi agar Ariel dalam “Kota Mati” terlihat seperti ketika dirinya masih muda saat dirinya masih di Peterpan.
 
Mengambil latar belakang Amerika Serikat, gadis dalam video “Kota Mati” atau yang dikenal sebagai Ladya juga menggunakan teknologi deep fake. Teknologi tersebut digunakan karena kondisi fisik talent dalam musik video yang sekarang berbeda, dari video musik “Tak Ada yang Abadi.”
 
“Fan kita juga kan memilih prequel, tak ada yang abadi, kenapa tiba tiba Ladya Cheryl nembak nembak, kita pengen tau sebelumnya seperti apa, tapi kalo penampilannya lebih tua dari dulu 2008, agak kurang relevan makanya kita akhirnya munculah ide deep fake itu,”  ujar Arlan Djoewarsa selaku perwakilan dari Musica Studios.
 

 
(Stephine Nauliani)
 

(ASA)


Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.