Naik 42 Persen, Pengguna DANA Tahun 2022 Tembus 135 Juta

cnbc-indonesia.com – Aplikasi dompet digital DANA Indonesia mencatat pertumbuhan pengguna layanannya mencapai 135 juta pada tahun 2022.

Chief Executive Officer (CEO) DANA Indonesia Vince Iswara mengatakan, jumlah tersebut tumbuh sekitar 42 persen secara tahunan dari jumlah pengguna di tahun 2021.

“Jumlahnya naik sekitar 40 juta pengguna dibandingkan dengan tahun 2021 sekitar 95 juta pengguna,” ujar dia dalam konferensi pers, Rabu (25/1/2023).

Ia menambahkan, jumlah pengguna aplikasi DANA ini juga sejalan dengan pertumbuhan volume transaksi yang ada. Namun begitu, Vince tidak merinci jumlah volume transaksi yang ada terjadi di DANA.

“Selain itu, jumlah nilai transaksinya juga bertambah,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Vince menjelaskan, pengguna DANA dari luar Pulau Jawa terus mengalami pertumbuhan. Hingga saat ini, sebanyak 40 persen dari pengguna DANA berasal dari luar Pulau Jawa.

“Kalau kami lihat ini pertumbuhan ke kota tier 2, 3, dan daerah rural sangat baik. Ini meningkatkan inklusi ke masyarakat Indonesia,” ungkap dia.

Ke depan, Vince akan meningkatkan layanan yang dapat diakomodasi oleh aplikasi DANA. Tidak terbatas pada layanan QRIS dan transaksi perbankan, DANA merambah juga layanan dompet digital yang memfasilitasi investasi, asuransi, dan kredit.

Layanan ini akan diberikan kepada masyarakat luar yang masih belum tersentuh layanan perbankan.

Vince mengungkapkan, untuk dapat mendukung inovasi tersebut, pihaknya melakukan banyak investasi untuk infrastruktur teknologi dan talenta teknologi. Bahkan, investasi di dua bidang tersebut melebihi nilai yang dihabiskan untuk pemasaran.

“Karena kami itu intinya perusahaan berbasis teknologi, yang membuat platform untuk membantu perusahaan financial services di Indonesia,” terang dia.

Asal tahu, dompet digital DANA juga sudah dapat digunakan untuk pembayaran lintas negara ke Thailand. Sebentar lagi, Malaysia akan masuk layanan yang merupakan kolaborasi DANA dan Bank Indonesia (BI) menyediakan QRIS cross border.

“QRIS cross border sudah bisa dipakai di Thailand, berikutnya dalam waktu dekat akan bisa di Malaysia dan harapannya ke negara Asia Tenggara lainnya,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

error: Content is protected !!