Stockholm: Kunjungan tim badan pengawas atom PBB (IAEA) ke pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, yang saat ini diduduki pasukan Rusia, akan menjadi misi paling sulit hingga saat ini. Pernyataan disampaikan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di sela-selan kunjungannya ke Stockholm.
 
“Misi ini akan menjadi yang tersulit dalam sejarah IAEA, mengingat aktivitas tempur aktif yang dilakukan Federasi Rusia di lapangan dan juga cara yang sangat terang-terangan bahwa Rusia mencoba melegitimasi kehadirannya di sana,” kata Kuleba, dilansir dari AFP, Senin, 29 Agustus 2022.
 
Kepala IAEA Rafael Grossi mengatakan, ia dan timnya sedang dalam perjalanan menuju PLTN Zaporizhzhia, pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di benua Eropa. Rencananya, dia akan tiba akhir pekan ini.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tidak hanya Ukraina, Rusia juga membuat seluruh dunia berada dalam ancaman risiko kecelakaan nuklir,” kata Kuleba saat berbicara pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson dan Menteri Luar Negeri Ann Linde.
 
Ia menuntut agar Rusia segera meninggalkan PLTN Zaporizhzhia.
 
“Kami mengharapkan misi tersebut dapat berbuah pernyataan jelas tentang fakta pelanggaran semua protokol keselamatan nuklir,” ucap Kuleba.
 
“Rusia harus pergi. Baik IAEA atau negara-negara lain di dunia, kita harus membuat mereka pergi, sesederhana itu. Ini satu-satunya cara untuk memastikan keamanan nuklir,” serunya.
 
Sementara itu, G7 menuntut akses tanpa hambatan bagi IAEA menuju PLTN Zaporizhzhia. “Staf Badan Energi Atom Internasional (IAEA) harus dapat mengakses semua fasilitas nuklir di Ukraina secara tepat waktu dan aman dan tanpa hambatan,” kata Grup Direktur Non-Proliferasi G7.
 
“Personel dari IAEA juga harus diizinkan untuk terlibat secara langsung dan tanpa campur tangan dengan personel Ukraina yang bertanggung jawab mengoperasikan fasilitas ini,” tambah mereka.
 
Menurut mereka, kontrol berkelanjutan militer Rusia atas fasilitas tersebut menimbulkan ancaman serius. Hal ini juga dapat berdampak pada ‘keselamatan dan keamanan fasilitas ini.’
 
Baca:  G7 Tuntut Akses Tanpa Hambatan bagi Tim IAEA di PLTN Zaporizhzhia

 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.