Merdeka.com – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menggelar kegiatan bertajuk Auto Clinic bagi 20 komunitas otomotif yang tergabung dalam Daihatsu Official Club saat pameran GIIAS lalu (20/8).

Acara ini mengupas tuntas transmisi baru D-CVT, sekaligus memberikan pengetahuan dasar transmisi D-CVT. Mulai dari pengertian, fungsi, mekanisme, hingga tips dalam perawatannya.

“Kami berkomitmen selalu memberikan edukasi, salah satunya tentang teknologi terbaru Daihatsu kepada Sahabat Klub yang juga merupakan representasi pelanggan setia, sekaligus brand ambassador Daihatsu,” ujar Ben Faqih, People Development Department Head CSVC ADM, dalam rilisnya, kemarin.

Transmisi D-CVT digunakan pada mobil terkini Daihatsu: All New Xenia, All New Rocky, dan New Sirion.

Transmisi merupakan salah satu bagian penting dari mobil dengan fungsi untuk meningkatkan kecepatan atau torsi (daya putar). Oleh karena itu, Daihatsu terus berinovasi dan meningkatkan kualitas komponen transmisinya.

Dengan mengembangkan transmisi baru, yang disebut D-CVT (Dual Mode Continuously Variable Transmission). Keunggulan D-CVT adalah akselerasinya lebih halus, rasio gigi lebih panjang, dan memiliki efisiensi bahan bakar lebih baik dibandingkan transmisi otomatis atau CVT biasa.

D-CVT adalah transmisi yang memiliki mekanisme kerja menggunakan belt/pulley seperti CVT konvensional. Namun, perbedaannya adalah kombinasi dengan Planetary Gear.

Penggunaan teknologi D-CVT sendiri tidak jauh berbeda dengan transmisi otomatis konvensional. Seperti ada tuas transmisi; posisi D (drive) untuk melaju, R (reverse) untuk mundur. Namun, pada transmisi D-CVT Daihatsu Rocky dilengkapi dengan posisiS (sport) yang berfungsi untuk mendapat akselerasi lebih tinggi. Serta posisi M (manual) yang memungkinkan pengemudi merasakan sensasi memindahkan gigi secara manual.

Sedangkan khusus pada model New Sirion, D-CVT dilengkapi dengan posisi B (brake) untuk memaksimalkan engine brake, ketika mengarungi jalanan menurun.

Bagaimana perawatan D-CVT?

Ternyata mudah. Kata Ben, merawat transmisi D-CVT terbilang mudah dengan cukup memperhatikan dua hal ini. Pertama,
melakukan pengecekan volume oli dan kedua, mengecek kualitas oli secara berkala.

Pengecekan oli transmisi D-CVT dapat dilakukan setiap 20.000 km atau 12 bulan. Sementara penggantian oli transmisinya setiap 80.000 km atau 48 bulan (mana yang lebih dulu tercapai).

Menariknya, Sahabat Klub Daihatsu juga melihat secara langsung mekanisme kerja komponen transmisi D-CVT di R&D Corner pada booth Daihatsu di GIIAS lalu. Yang mana terdapat alat peraga atau simulator D-CVT yang bisa dilihat langsung para peserta.

[sya]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.