cnbc-indonesia.com – Saat ini sudah banyak perusahaan yang bergerak di bidang produk dan jasa gencar melakukan promosi di media sosial, salah satunya di Instagram. Lewat Instagram usaha yang kamu jalankan bisa dikenal secara luas oleh banyak orang, hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk/jasa yang dijual.

Nah dalam menjual suatu produk di Instagram kamu harus memahami sejumlah hal terlebih dahulu. Sebab tak hanya soal jualan, namun kamu juga harus memikirkan tentang konten yang akan dimuat.

Apabila konten yang diunggah ke Instagram berhasil menarik target konsumen, hal ini dapat meningkatkan engagement rate.

Lantas, apa sih sebenarnya engagement rate itu? Lalu bagaimana cara menaikkan engagement rate di Instagram? Biar nggak bingung, simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini yuk detikers.

Sebelum memahami apa itu engagement Instagram, yuk kita kenalan dulu dengan engagement rate. Dilansir situs Oberlo, engagement rate adalah matriks dasar yang dipakai dalam dunia marketing untuk mengukur seberapa besar reaksi yang didapat oleh suatu konten yang diunggah ke media sosial.

Sementara itu, engagement Instagram adalah parameter untuk mengetahui serta mengukur seberapa besar pengguna Instagram melihat dan bereaksi dengan konten yang diunggah. Dalam hal ini, untuk mengetahui apakah engagement Instagram berhasil atau tidak bisa dilihat dari sejumlah hal seperti angka likes, jumlah comment, shares, views, saved, dan repost.

Engagement Instagram akan mengalami kenaikan apabila setiap konten yang diunggah mendapat reaksi dari banyak orang, apalagi jika sudah masuk ke dalam algoritma Instagram. Orang-orang akan semakin mudah untuk mencari suatu produk atau jasa, karena akan muncul sesuai dengan apa yang kita cari.

Maka dari itu, perlu mempelajari secara dalam bagaimana cara mengelola Instagram dengan baik dan benar, khususnya bagi kamu yang menjalankan bisnis dan mempromosikannya lewat Instagram. Apabila konten yang diunggah memiliki nilai lebih, maka engagement Instagram juga ikut meningkat.

Ada cara mudah untuk mengecek engagement rate Instagram. Melansir situs Oberlo, ada rumus khusus untuk mengukur engagement rate Instagram, yakni dengan menambahkan jumlah likes dan komentar yang didapat per postingan. Setelah itu, bagi dengan jumlah followers yang kamu miliki saat ini, kemudian dikali 100.

Biar nggak bingung, simak rumus mengecek engagement rate Instagram di bawah ini:

Engagement rate = (likes + komentar) / jumlah followers x 100

Sebenarnya, Instagram telah menyediakan fitur bernama insight yang dapat memudahkan penggunanya untuk melihat secara rinci suatu postingan. Lewat fitur ini, kamu bisa mengetahui siapa pengguna Instagram yang melihat postingan kamu berdasarkan gender, usia, dan lokasi.

Hadirnya fitur insight memudahkan kamu dalam mengetahui apakah lebih banyak laki-laki atau perempuan yang melihat konten detikers, lalu di rentang usia berapa rata-rata pengguna Instagram yang melihat konten kamu. Hal ini juga bisa menjadi bahan evaluasi ke depannya jika konten-konten yang diunggah sudah tepat atau belum.

Ketika detikers mulai menggunakan Instagram untuk menjalankan bisnis, kamu harus mempelajari tentang engagement Instagram. Tidak hanya itu, kamu juga harus paham bagaimana menaikkan engagement Instagram, sehingga bisnis kamu semakin dikenal luas dan cuan makin bertambah.

Jangan bingung dulu, ada sejumlah cara menaikkan engagement Instagram lho detikers. Dilansir situs Adobe, berikut ini beberapa cara untuk menaikkan engagement Instagram

Sebelum mengunggah konten di Instagram, kamu harus mengetahui lebih dulu target audiens. Dalam hal ini, audiens adalah pengguna Instagram yang akan melihat, membaca, dan mendengar konten yang kamu unggah di Instagram.

Apabila target audiens sesuai sasaran, konten yang kamu unggah akan banyak dilihat. Hal ini dapat menaikkan engagement Instagram, perlahan tapi pasti bisnis yang kamu jalankan bisa dikenal luas oleh masyarakat.

Mengunggah konten di Instagram tidak bisa asal-asalan detikers. Kamu harus paham apa yang sedang tren saat ini, jika kamu bisa mengikuti arus tren tersebut maka akun Instagram kamu makin dikenal luas dan akhirnya dapat menaikkan engagement. Tapi perlu diingat, ikuti tren yang positif dan pastikan jangan menjiplak ide/karya dari pesaing, karena hal ini akan merusak reputasi bisnis yang kamu sedang bangun.

Selain itu, buat konten yang menarik dan tidak membosankan. Sedikit informasi, saat ini banyak anak muda yang senang dengan hal-hal berbau aesthetic, jadi sebisa mungkin buat konten yang aesthetic. Hal ini agar audiens tetap tertarik melihat konten yang diunggah, alhasil engagement Instagram bisa naik.

Cara selanjutnya untuk menaikkan engagement Instagram adalah dengan sering berinteraksi dengan audiens (pengguna) Instagram. Jadi, bukan audiens saja yang berinteraksi dengan kamu, namun kamu yang mengelola akun Instagram juga perlu berinteraksi dengan mereka.

Misalnya, dalam salah satu postingan di Instagram ada sejumlah audiens yang menanyakan suatu produk. Jika kamu melihat komentar tersebut, kamu bisa membalasnya dengan kata-kata yang seru dan informatif, sehingga audiens juga ikut senang mendapatkan reaksi yang positif.

Satu hal penting yang perlu kamu perhatikan ketika mengunggah konten di Instagram adalah menggunakan hashtag (#) dan location tag. Dengan begitu, para audiens dapat dengan mudah jika ingin mencari suatu produk atau barang di Instagram. Secara tidak langsung, penggunaan hashtag dan location tag juga dapat menaikkan engagement Instagram.

Selain mengunggah di post, kamu juga bisa memanfaatkan fitur lainnya seperti Instagram Stories dan Reels. Kamu bisa mengiklankan produk/jasa kamu lewat Instagram Stories, sehingga dapat dilihat oleh para audiens.

Sedikit berbeda dengan Instagram Stories, di Reels kamu dapat membuat video yang menarik dan seru, namun usahakan tetap sesuai dengan tema konten yang diunggah di post. Cara ini cukup ampuh dalam menarik audiens, sehingga bisa menaikkan engagement Instagram.

Agar engagement Instagram terus bertambah, kuncinya adalah tetap memproduksi konten secara konsisten. Ingat, jangan sampai tidak mengunggah konten di Instagram hingga lebih dari satu minggu ya detikers, sebab hal ini dapat mempengaruhi jumlah engagement Instagram.

Bayangkan, ketika kamu rutin mengunggah konten yang menarik dan kreatif, lalu tiba-tiba dalam sekejap akun Instagram kamu sunyi dan tidak ada postingan terbaru. Lama kelamaan banyak audiens yang akhirnya tak tertarik dengan produk kamu dan bisa saja beralih ke yang lain.

Terakhir, unggah (upload) konten pada jam-jam yang pas dan telah ditentukan. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk menaikkan jumlah engagement Instagram lho detikers.

Lantas, bagaimana caranya mengetahui waktu yang pas untuk mengunggah konten di Instagram? Kamu bisa melihatnya lewat fitur insight. Di sini kamu dapat mengetahui jam berapa para audiens aktif membuka dan melihat konten yang kamu unggah. Jadi, kamu dapat mengetahui kapan waktu yang pas mengunggah konten, apakah di pagi, siang, sore, atau malam hari.

Kalau membahas secara luas, waktu terbaik untuk mengunggah postingan di Instagram yakni pada pukul 11.00 WIB di hari Rabu, 14.00-15.00 WIB di Kamis, dan 10.00 WIB pada Jumat. Meski begitu, ada baiknya kamu tetap mengeceknya di fitur insight agar bisa disesuaikan dengan target engagement Instagram.

Itu dia detikers penjelasan mengenai apa itu engagement rate dan cara menaikkan engagement Instagram dengan tepat.

Semoga artikel ini dapat membantu detikers, terutama yang tengah mengembangkan bisnis dan berusaha memperkenalkannya lebih luas melalui Instagram. Selamat mencoba!