Krisis di Depan Mata, Kurangi Saham Perbanyak Uang Tunai?

Krisis di Depan Mata, Kurangi Saham Perbanyak Uang Tunai?

cnbc-indonesia.com – Krisis di depan mata. Situasi ini juga yang menghantui bursa saham domestik.

Kondisi itu sudah tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin. Meski pada akhirnya ditutup dengan pelemahan tak sampai 1%, tapi pergerakan IHSG sebelum penutupan cukup mengkhawatirkan.

IHSG anjlok 0,67% ke 7.130,64 di pembukaan. Tak lama setelah itu, IHSG melemah lebih dari 1% dan semakin mendekati level psikologis 7.100. IHSG bahkan sempat melemah 1,78% ke level 7.050.

Fluktuasi masih terjadi hari ini, Selasa (27/2022). IHSG dibuka di posisi 7.127,5 dan ditutup di zona merah dengan koreksi 0,49% atau 34,77 poin ke 7.092,73 pada penutupan perdagangan sesi pertama pukul 11:30 WIB.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menjelaskan, IHSG untuk hari ini memang bakal terus berfluktuasi. Sebab, pasar masih diselimuti oleh kekhawatiran yang sama.

Situasi itu juga yang mendorong harga komoditas berguguran. Sehingga, yang paling bijak untuk dilakukan saat ini adalah memperbesar porsi uang tunai alias cash.

“Strategi portofolio paling bijak saat ini dan beberapa waktu ke depan adalah memperbesar porsi cash dan mengurangi bobot saham. Terutama, saham berbasis komoditas,” terang Edwin.

Setali tiga uang, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus menjelaskan, tidak salah jika menyiapkan cash lebih banyak dalam situasi saat ini. Terlebih, bagi investor yang tidak memiliki profil risiko tinggi.

“Karena profil risiko investor itu berbeda. Oleh karena itu, kalau kita perhatikan, bagi teman teman yang mungkin tidak dapat menerima volatilitas, menahan diri untuk masuk ke dalam pasar saham merupakan pilihan,” ujar Nico.

Namun, bukan berarti memperbesar cash kemudian tidak berinvestasi. Karena meskipun saham sedang tinggi volatilitasnya, masih banyak produk investasi lain yang bisa menjadi pilihan.

Sementara, jika investor memiliki profil risiko tinggi, trading merupakan sebuah kesempatan untuk mendapatkan cuan. Ketika tingkat risiko tinggi, dibutuhkan diversifikasi investasi untuk dapat menurunkan tingkat risiko.

“Karena risiko tidak bisa hilang, namun harus di kelola demi memaksimalkan keuntungan yang lebih baik di masa yang akan datang,” pungkasnya.