Jakarta: Google berencana untuk mengkonsolidasikan layanan komunikasi karyanya ke Meet yang bertujuan untuk menyederhanakan pengalaman penggunaan. Pada awal bulan Agustus ini, Google mengubah merek aplikasi video chat Duo menjadi Meet dan menyuguhkan fitur Meet.
 
Mengutip The Verge, ini menyebabkan aplikasi Meet orisinal akan dihapus secara bertahap dan mengubah namanya menjadi Meet (Original). Namun, tidak semua pelanggan menyambut baik perubahan identitas mendadak Duo ini.
 
Dengan update terkini untuk aplikasi Meet versi Android, Google menghadirkan kembali ikon dan nama Duo sebagai shortcut terpisah yang muncul di launcher aplikasi. Mengetuk Dup akan menampilkan Google Meet, sehingga kini pengguna memiliki dua cara untuk mengakses aplikasi yang sama.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepada 9to5Google dan Droid Life, Google menyebut bahwa pihaknya melakukan langkah ini secara sengaja sehingga pengguna akan dapat meluncurkan Meet dengan melakukan pencarian menggunakan kata kunci Duo, seperti sebelum berubah nama.
 
Namun, hal ini dinilai mengindikasikan bahwa Google telah kehilangan benang merah dari strategi terkait dengan layanan tersebut. Shortcut Duo dinilai tidak hanya akan membantu menyederhanakan transisi, namun juga membuka peluang untuk kebingungan lebih buruk.
 
Terutama saat Google menyampaikan kepada masyarakat untuk mencari nama dan ikon Meet seperti satu aplikasi untuk video call dan meeting. Sebelumnya, semakin sedikit masyarakat melakukan perjalanan pulang pergi akibat pandemik Covid-19, artinya kebutuhan untuk layanan angkutan mobil bersama lebih sedikit.
 
Ini menjadi alasan layanan milik Google, Waze, memutuskan untuk menghentikan Carpool. Layanan berusia enam tahun ini bertugas untuk mencocokkan pengendara dan pengemudi yang menuju ke arah yang sama.
 
Google akan mulai menghentikan fitur layanan ini pada bulan September mendatang untuk wilayah Amerika Serikat (AS), Brasil dan Israel. Sementara itu, Google telah berupaya untuk menyuguhkan pengalaman lebih cepat, lebih responsif, dan lebih sederhana pada software TV karyanya.
 
Menurut unggahan di forum dukungannya, Google telah berupaya untuk mempersingkat waktu boot dan performa umum. Selain itu, Google juga menghadirkan sejumlah opsi untuk mengelola ruang penyimpanan baik pada TV pihak ketiga maupun produk Chromecast dengan Google TV karyanya.
 

(MMI)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.